Jakarta, Beritasatu.com – Selama 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur berdampak merata di seluruh wilayah. Misalnya, warga Jakarta menikmati Layanan Angkutan Umum (MRT) Jakarta yang menghemat waktu perjalanan dalam kehidupan sehari-hari.

Read More : IHSG Sesi I Rabu 10 Juli 2024 Menguat 0,4 Persen ke Level 7.298

Secara historis, berdirinya MRT Jakarta tidak lepas dari komitmen politik mantan Gubernur Jakarta Joko Widodo pada tahun 2012. Saat itu, Jokowi berjanji akan menyediakan MRT dengan transportasi terpadu melalui angkutan umum

Sejarahnya, ide pembangunan MRT di Jakarta dicetuskan pada tahun 1985 oleh Kepala Badan Penelitian dan Penerapan Teknologi (BPPT) saat itu, BJ Habibi. Ide ini menghadapi banyak tantangan dari waktu ke waktu.

Pada tahun 2005, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan bahwa proyek MRT Jakarta adalah proyek nasional. Sub-komite MRT dibentuk untuk membentuk operator MRT. Pada tanggal 18 Oktober 2006, pada masa jabatan terakhir Sutiyoso, dibuat perjanjian pinjaman dengan Japan Bank International Corporation (JBIC).

Selain itu, PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta) didirikan pada tahun 2008 dan mendapat bentuk badan hukum perseroan terbatas yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Dari segi struktur kepemilikan, Pemprov DKI Jakarta memiliki 99,98% dan PD Pasar Jaya 0,02%.

Sayangnya, meski telah dilakukan berbagai upaya, beberapa proyek MRT tidak terlaksana saat itu. Terakhir, pada tahun 2012, proyek MRT dilaksanakan di bawah pemerintahan Gubernur Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Proyek tersebut resmi selesai pada 10 Oktober 2013 dengan peletakan batu (tanah) pertama di stasiun Dukuh Atas saat ini. Jokowi meninggalkan jabatannya di Jakarta dan berangkat ke Istana, namun pembangunan terus berlanjut di bawah Wali Kota Jakarta Ahok yang mendapat dukungan hibah MRT Jakarta.

Read More : Terkendala Kesehatan, Sejumlah Kepala Daerah Absen Kirab Jelang Pelantikan

Setelah tertunda cukup lama, MRT Jakarta mulai beroperasi di Jakarta pada 24 Maret 2019. Saat itu, Presiden Joko Widodo membuka MRT Tahap I sepanjang 15,7 km.

MRT Fase I akan berjalan dari Jakarta Selatan ke Indonesia (HI) Ring Road Jakarta Pusat di Lebak Bulus. Warga Jakarta akhirnya memiliki transportasi umum yang modern dan efisien.

Beberapa keunggulan MRT bagi Jakarta dan sekitarnya sangat besar, seperti kapasitas tinggi, masa pakai lama, rute baru di beberapa arah, jarak pemberhentian dan waktu tunggu hanya 2-3 menit. sangat besar Kereta beroperasi hanya lima menit per jam pada jam sibuk dan sepuluh menit pada jam sibuk.

Oleh karena itu, pergerakan penduduk kota yang padat akan menghemat waktu dan tenaga. Penghuni MRT Jakarta tidak hanya berguna bagi pergerakan warga, tetapi juga menjadi wajah baru kota mega Indonesia. Baca juga: Selengkapnya! Hal ini membuat terowongan kereta bawah tanah Jakarta bebas banjir

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *