BANDUNG, BERITASATU.COM – BANDUNG MAYOROR MUHAMMAD FARHAN dengan kuat menyegel tanah di daerah Palaguna. Tindakan ini selesai karena tanah telah memutuskan untuk memiliki banyak kejahatan dan kerugian untuk lingkungan kota.
Read More : Film Mickey 17 Rilis pada April 2025
Fairhan mengatakan sejauh ini tanah itu menginspirasi sebagai “negara tidak ada” karena tidak diketahui anggota.
“Tanah Palaguna seperti tanah tanpa kotoran. Ketika dia berkata,” katanya kepada pemerintah kerumunan, Kamis (5/22/2025).
Penyegelan dilakukan setelah bisnis malam ditemukan menghilang, tetapi meninggalkan banyak puing. Pelanggaran ini adalah banyak undang -undang lokal, termasuk pendaftaran ketertiban dan kebersihan setempat.
“Mulai hari ini, area tersebut ditutup dan ditutup secara permanen. Kami akan menyelesaikan hukum, baik dalam bentuk anak -anak maupun bentuk lainnya, tergantung pada Fairhan.
Selama waktu penyegelan, Kota Bandung diulang sebagai tanah untuk menghindari salah satu penyakit. Proses ini akan berpartisipasi dalam banyak organisasi, seperti DSDABM, PP elektronik, SATPOL PP, DLH, DKPP, dan DPKP.
Fairhan mengenai pentingnya perilaku karena pusat tanah berada di pusat kota dan di depan umum ditargetkan.
“Ini adalah kecemasan dan kecemasan. Sudah waktunya bagi polisi nanti.”
Read More : PKL Cirebon Tolak Relokasi Tanpa Kejelasan, Minta Dialog dengan Pemerintah
Dia juga memiliki instrumen pria yang disetujui di tempat parkir, tetapi ternyata bermain -main.
“Saya disegel karena dia melanggar rekomendasi departemen transportasi. Jika pengguna didasarkan pada tempat parkir,” tambahnya.
Mengenai status keanggotaan, Fairhan mengklaim tidak yakin. Tapi ini tentang pemerintahan sementara untuk sementara saat kembali.
Sebagai informasi, tanah juga merupakan sejarah yang berharga karena di dalamnya memiliki band, salah satu situs yang merupakan bagian dari diri kota.
“Tuhan adalah Tuhan, saya membuat kota ini membuat kota Bandung menjadi kotor,” Fabanh.