Jakarta, Beritasat.com – Gubernur Jakarta Pryo Anung menekankan pentingnya perawatan anak (penitipan anak) untuk orang tua, terutama ibu yang bekerja. Dia mengatakan bahwa perangkat ini sering dianggap sepele.

Read More : 3 Cara Scan QR Code di iPhone Tanpa Ribet

Bahkan, katanya, “Orang tua memberikan perawatan perlindungan harian dan pada saat yang sama memberikan pendidikan dasar anak -anak.”

“Meskipun terlihat kecil, ini memberikan perasaan perlindungan dan kemudahan bagi ibu yang bekerja dan anak -anak yang dijamin dapat bersekolah,” kata Pramono saat memeriksa perawatan harian pada hari Senin (5/5/2025) di Balai Kota Jakarta. Rencana penitipan anak harus disesuaikan untuk waktu kerja

Pramono juga menekankan pentingnya menyinkronkan jam operasi perawatan anak -anak dengan waktu kerja orang tua. Dia tidak menginginkan jadwal yang tidak kompatibel, akan sulit bagi para pekerja.

“Ibunya masih bekerja dengan 1,00,5 WIB sampai WIB berakhir,” katanya, “perubahan periode operasi perawatan anak -anak penting,” katanya. Fokus pada anak miskin

Sebelumnya, Pramono juga diresmikan dengan Taman Anak Artala (TAS) di desa Kapan Bawang di Tanzong Procok. Situs deposito ini terutama untuk anak -anak dari keluarga miskin dan merupakan bagian dari Program Pemerintah Provinsi Jakarta (Rapid Victory) (PEMPR).

Di dalam kantong aratal, pemerintah provinsi perlu makan dan minum 25 anak penuh. Pramono mengatakan bahwa program ini merupakan inisiatif layanan sosial pemerintah provinsi Zakarta (Dinosos), yang tujuannya adalah untuk mencegah rantai kemiskinan sejak usia dini. Perhatikan 44 tas di seluruh jakarta

Read More : Viral Pengendara Motor di Probolinggo Nekat Tabrakkan Diri ke Kereta Api hingga Tewas

Saat ini tiga tempat tas telah disiapkan. Musim semi menargetkan tas di setiap distrik, jadi telah mencapai 44 kursi di seluruh Jakarta.

“Saya bertanya kepada kepala perawatan kesehatan, jadi ada taman Sejahra Ank di setiap distrik,” kata Pramono.

Pramono berharap bahwa anak -anak dengan pendidikan dan nutrisi akan memiliki akses ke program dukungan pendidikan seperti Jakarta Smart Card (KJP). Dengan cara ini, tidak ada hal lain yang terperangkap dalam ketidaknyamanan siklus.

“Harapan saya adalah bahwa anak -anak ini dapat melanjutkan di sekolah dan mengurangi kerugian orang,” kata kesimpulan utama.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *