Jakarta, Beritasatu.com – Konser penyanyi pop Amerika Taylor Swift yang digelar di Singapura selama 6 hari berturut-turut pada tanggal 2 hingga 9 Maret 2024 membuat negara lain termasuk Indonesia iri.

Read More : Polres Jaksel Akan Panggil Vadel Badjideh pada Jumat 27 September 2024

Hal ini disebabkan sulitnya perizinan acara di Indonesia, dimana banyak musisi ternama dari luar negeri yang hanya menggelar konser satu hari saja, seperti Taylor Swift.

Sulitnya proses perizinan menggelar acara di Indonesia menjadi perhatian khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi mengatakan Indonesia tertinggal dibandingkan Singapura dalam hal izin acara, aksesibilitas, dan layanan untuk mendatangkan artis internasional.

“Kita tahu (konser) Taylor Swift baru digelar di Singapura pada Maret lalu. Digelar selama enam hari di Singapura dan Singapura satu-satunya negara ASEAN yang menggelarnya,” ujarnya saat peluncuran acara secara digital. Pelayanan perizinan, dikutip dari Antara, Rabu (26/6/2024).

Jokowi meyakini separuh dari total 360.000 penggemar Taylor Swift yang menyaksikan konser di Singapura adalah warga negara Indonesia.

Jokowi mengatakan, banyaknya masyarakat Indonesia yang menonton konser Taylor Swift di Singapura menyebabkan Indonesia terkena capital outflow. 

“Apa jadinya kalau kita ke Singapura untuk melihatnya? Ada yang namanya capital flight. Uang mengalir dari Indonesia ke Singapura transportasi,” kata Jokowi.

Read More : Perasaan S Coups, Wonwoo dan Vernon Seventeen Gelar Meet and Greet di Indonesia

Bersama Taylor Swift, Presiden Jokowi mengatakan proses perizinan yang rumit menjadi alasan Coldplay hanya menggelar satu konser di Indonesia pada November 2023.

Sementara di negara lain seperti Singapura dan Thailand, band asal Inggris ini tampil selama beberapa hari karena antusias penonton yang besar.

“Saya yakin lebih dari separuh (penonton) berasal dari Indonesia karena tiket di sini terjual habis hanya dalam waktu 20 menit, tapi kami tidak bisa mendapatkan lebih banyak. Kenapa saya tanya ke pihak penyelenggara karena persoalan perizinan kita rumit,” katanya.

Selain itu, Jokowi menambahkan, sound system konser Coldplay di Gelora Bung Karno (GBK) lebih bagus dibandingkan di luar.

“Ini yang patut kita tepuk tangan. Tapi (Indonesia) hanya punya waktu satu hari. Ini yang harus kita selesaikan,” ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *