Jakarta, Beritasatu.com – Persaingan yang tinggi membuat banyak perusahaan mobil China tidak bisa bertahan. Human Horizon baru-baru ini mengajukan pailit ke pengadilan setempat.

Read More : Isu Politik Terkini: Prabowo Bakal Jadi Pemimpin Berpengaruh di Dunia hingga Wacana Capres Independen

Industri otomotif Diberitakan pada Selasa (13/8/2024) Human Horizon akan mengikuti jejak perusahaan mobil China yang sudah mati seperti Weltmeister atau WM Motor.

“Tahun lalu, merek paling populer yang mengajukan kebangkrutan adalah WM Motor. Tahun ini, Human Horizons, perusahaan induk merek EV mewah HiPhi, telah memasuki restrukturisasi setelah krisis keuangan yang berkepanjangan.”

Humas Horizon telah mengumumkan tidak akan lagi menjual mobil listrik merek HiPhi. Produksi mobil ini telah dihentikan hingga Februari 2024. Weltmeister (WM) Motors adalah perusahaan mobil asal China yang merugi karena kurangnya persaingan – (cerdas) /-)

CarNewsChina mengatakan Human Horizon berusaha menyelamatkan perusahaan melalui upaya kolaboratif. Sayangnya, berbagai kesepakatan akuisisi Dengan merek seperti Avatar by Changan, FAW, iAuto Group dan bahkan investor dari Arab Saudi gagal.

Situasi ini menunjukkan banyak perusahaan mobil China yang akan merugi, menurut riset Alixpartner. Sebuah studi yang dilakukan oleh AlexPartner dan dikutip oleh Carscoops menemukan bahwa dari 137 merek yang ada saat ini, hanya 19 yang merupakan mobil China. Namun, hanya 1 dari 19 merek China memperoleh keuntungan dari dunia usaha.

“Analis AlixPartner memperkirakan bahwa merek akan melakukan hal tersebut Mereka yang tidak dapat memperoleh keuntungan akan terpaksa meninggalkan industri ini sama sekali. atau mengubah strategi dan hanya mengejar sebagian kecil pasar otomotif,” tulis Karskops.

Read More : Jejak Emas Bejo Sugiantoro di Persebaya dan Timnas Indonesia

Strategi perang harga merek mobil Tiongkok tidak menunjukkan tanda-tanda mereda dan situasinya semakin buruk. Perusahaan besar seperti BID diyakini memiliki margin yang memungkinkan mereka menurunkan harga berkali-kali lipat.

“Situasi ini memberikan tekanan kepada kompetitor yang tidak memiliki margin keuntungan yang besar. Namun mereka terpaksa menurunkan harganya agar tetap bertahan,” kata peneliti di AlixPartner.

Perang harga yang dimulai pada tahun 2010 ini telah merugikan banyak merek China, termasuk WM Motor yang bangkrut pada tahun 2023.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *