Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekrafa) Sandiaga Salahuddin Uno membenarkan pemerintah telah membentuk gugus tugas untuk menurunkan harga tiket pesawat. Hal ini merupakan langkah menuju terciptanya tarif penerbangan yang lebih efisien di Indonesia.

Read More : Indonesia dan Eurasian Economic Union Siap Tanda Tangani Kesepakatan Perdagangan Bebas pada 2025

Sandiaga mengatakan, Minggu (14/7/2024) “Sudah dilakukan rapat konsensus dan sudah dilakukan sembilan langkah, termasuk pembentukan gugus tugas penurunan (harga) tiket pesawat,” kata Sandiaga, Minggu (14/7/2024). ).

Dijelaskannya, kelompok kerja tersebut terdiri dari Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) dan kementerian/lembaga terkait (K/L) lainnya.

Memanfaatkan kesempatan tersebut, dia mengatakan bahan bakar avtur bukan satu-satunya faktor penyebab kenaikan harga tiket pesawat di Tanah Air. Namun ada pertimbangan lain, seperti beban pajak dan biaya operasional.

“Nah, itu semua akan kita analisa dan kita pastikan industri penerbangan kita sama efisiennya dengan industri penerbangan di luar negeri,” kata Sandiaga.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan langkah efisiensi penerbangan tengah disusun untuk menekan biaya tiket pesawat, salah satunya terkait penilaian biaya operasional pesawat.

Read More : Profil Lisa Mariana, Sosok yang Diduga Jadi Selingkuhan Ridwan Kamil

“Kami sedang mempersiapkan beberapa langkah agar penerbangan lebih efisien dan menurunkan harga tiket,” kata A. Luhut.

Luhut menjelaskan, cost per block hour (CBH) yang merupakan komponen terbesar biaya operasional pesawat harus dirinci.

“Selain itu, tergantung jenis pesawat dan layanan penerbangannya, kami sedang menyusun strategi untuk menekan biaya CBH,” kata Luhut.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *