JAKARTA, BERITASATU.COM – Rusia Legenda Kejuaraan (UFC) Habib Nurmagomedov pertama kali hadir di Indonesia melalui Kahforward 28.

Read More : Jasa Marga: Uang Ganti Rugi Tanah Mat Solar Belum Cair karena Masih Sengketa

Kehadiran mantan juara UFC, yang lahir pada 20 September 1988, ingin mendorong generasi muda, terutama generasi Muslim di Indonesia, terus tumbuh dan menyebarkan nilai -nilai damai seperti Nabi Muhammad. Itu dipindahkan ke Habib setelah ribuan orang yang mengemas arena Indonesia Senan Jakarta diperkenalkan.

“Saya hanya ingin memberi tahu orang -orang muda di mana saja, jika Anda akrab dan Anda adalah seorang juara, maka Anda membutuhkan agama di hati Anda. Karena dengan hubungan kami membela diri dengan SWT Alah dan meniru ajaran Nabi Muhammed, hidup Anda akan tenang,” – kata Habib Nurmagomedov.

Habib menemukan bahwa, sebagai juara dunia UFC, ia juga merasakan kemunduran ketika ia selamat dari profesi pejuang MMA -nya. Namun, ia mencoba untuk berdiri, terus menyerah kepada Sang Pencipta dan terus berlatih, menjadi pejuang yang hebat.

“Kadang -kadang kita tidak selalu lebih tinggi, tetapi ada saat -saat ketika ada di bawah ini. Hal -hal baik dan buruk yang kita butuhkan untuk terus memupuk tidaklah mudah. โ€‹โ€‹Salah satu cara adalah dengan tampaknya bagi Allah dari gardu dan untuk mengedit emosi kita sebagai manusia, itu penting untuk keberhasilan kita dalam hidup,” katanya.

Habib Nurmagomedov tidak berharap dia menganggurnya di Indonesia. Selain itu, Indonesia, sebagai negara dengan populasi paling Muslim di dunia, harus memiliki angka yang menginspirasi.

Read More : Jokowi dan Iriana Buka Piala Presiden di Bandung Naik Kereta Cepat Whoosh

“Saya bersyukur bisa datang ke Indonesia, karena di sini saya bisa mendapatkan banyak penggemar untuk datang ke Indonesia. Syukurlah, sementara itu, saya bisa datang ke sini dan memperluas inspirasi untuk segalanya, tampaknya menyentuh,” katanya.

“Saya pikir itu sangat baik ketika orang berkumpul tentang masa depan, bagaimana orang dapat menyelesaikan masalah, karena kita memiliki masalah. Jika kita berbicara tentang orang muda di masa depan dan di negara mana pun di dunia, menurut pendapat saya, generasi yang lebih muda dan lebih tua harus memiliki hubungan yang baik.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *