Makassar, Beritasatu.com – Seorang santri gantung diri di salah satu pesantren di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hasil otopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum.

Read More : Apple Mulai Produksi Panel Layar iPhone 16 pada Juni 2024

Dokter Forensik Polda Sulsel Denny Mathias mengatakan, hasil pemeriksaan jenazah banyak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Selain itu, diduga telah terjadi tindakan kekerasan seksual terhadap korban.

“Yang pasti ada beberapa temuan dan kami curigai ada tanda-tanda kekerasan. (Tuduhan pencabulan) Masih kami dalami sesuai prosedur,” ujarnya, Minggu (24/11/2024).

Denny menegaskan, hasil otopsi sudah diserahkan ke Polres Bantaeng untuk diselidiki. “Fakta-faktanya, beberapa temuannya sudah kami sampaikan kepada penyidik. Setelah temuan awal, selanjutnya penyidik ​​akan melakukan sinkronisasi dengan apa yang kami temukan dalam autopsi,” jelasnya.

Usai Tim Forensik Biddokes Polda Sulsel melakukan autopsi pada Minggu (24/11/2024), ratapan orang tua korban langsung memecah kesunyian. Ayah dan ibu almarhum tak kuasa menahan air mata melihat kondisi anak bungsunya yang tergeletak kaku dan terjatuh.

Bahkan kakak laki-laki mahasiswi yang meninggal itu pun menangis histeris saat diperkenankan melihat jenazah adik satu-satunya untuk terakhir kalinya.

Diketahui, santri yang meninggal berinisial RF (14) di Kelas 3 Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Hasim Asyari, Desa Mipa-Mipa Pajukukang, Tanetia, Kabupaten Banteng. Pada Sabtu (23/11/2024), saat dilaporkan kepada orang tuanya, korban ditemukan gantung diri di asramanya.

Read More : Mengenal Jenis Transmisi Matic pada Kendaraan Roda Empat dan Cara Kerjanya

“Tidak ada apa-apa, konselornya sembunyi-sembunyi semua. Pernyataannya dia meninggal dengan cara gantung diri. Kami ke pesantren tentang kejadian itu, tapi tidak menemukan siapa pun di sana,” kata Amiruddin, paman korban santri yang meninggal.

Pada Minggu (24/11/2024), autopsi telah selesai dan hasilnya dikantongi tim penyidik ​​Reskrim Polres Bantaeng untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Pihak pesantren belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab meninggalnya korban. Polisi belum merilis informasi resmi terkait hasil pemeriksaan dan perkembangan penyidikan, termasuk pemeriksaan saksi.

Pondok pesantren masih dijaga ketat pihak kepolisian, mengantisipasi amukan keluarga korban santri yang tewas.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *