Tangerang, Beritasatu.com – Menuju Lune Suci Ramadhan 1446 Hijri / 2025, ratusan penduduk desa Babakan, kota Tangageng, Banten, memiliki tradisi sampo bersama di tepi sungai Cisadane.
Read More : Demo Buruh, Ini Rute Aksi hingga Tuntutannya
Tradisi ini diikuti oleh penghuni usia yang berbeda, dari anak -anak hingga orang dewasa. Shampo bersama -sama ini diproduksi oleh generasi oleh penduduk setempat, khususnya dalam RW 01 dan RW 02, Desa Babakan.
Kepala desa Babakan, Ali Furqon, mengatakan bahwa tradisi ini adalah bagian dari kebijaksanaan lokal komunitas Tangenagerang dalam penerimaan Ramada.
“Sampo ini diproduksi oleh generasi leluhur kami dari RW 01 dan 02. Ini adalah kebijaksanaan lokal, khususnya untuk penduduk desa Babakan,” kata Ali Furqon, Jumat 28/2025).
Ali Furqon menjelaskan bahwa ritual ini memiliki makna spiritual sebagai bentuk pemurnian otomotif sebelum melaksanakan pos.
Read More : Mendagri Pastikan Ada TPS Khusus Pilkada 2024 di Lokasi Pengungsian Gunung Lewotobi Laki-laki
“Menurut sunnah Propelse, kami dicuci.