Lombok Tengah, Beritasatu.com – Desa Batujai, Kecamatan Praia Barat, Lombok Tengah, Indonesia dikenal sebagai salah satu pusat kreativitas UMKM. Saus Bawang Cabai Mardavati merupakan salah satu produk terbaik yang berhasil menarik perhatian pasar global.
Read More : Inara Rusli Sebut Virgoun Lakukan Rawat Jalan untuk Hilangkan Narkoba, Sudah Bebas?
Mardavati merupakan pengusaha lokal yang kini telah sukses memasuki pasar Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Perjalanan bisnisnya yang dimulai dengan modal minim, kini menginspirasi usaha kecil lainnya.
Mardavati yang populer dengan sebutan “Pengusaha Saus Bawang Putih Pedas” memulai usaha ini dengan resep sederhana.
“Saya terpikir untuk pergi ke Makkah untuk bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (BMI). Namun karena adanya pandemi Covid-19, akhirnya saya mencoba memulai usaha dari rumah, kata Mardavati kepada Beritasatu.com, Rabu (20/11/2024).
Saat itu, kendala ekonomi memaksanya mengeluarkan investasi kecil sebesar Rp100.000 untuk membeli bahan dasar pembuatan keripik dan sambal bawang.
Berbekal keterampilan memasak dan dukungan keluarga, Mardavati membuat sop bawang dan mengunggah peruntungannya di media sosial.
“Saya coba dulu, tapi banyak yang suka,” ujarnya.
Seorang kerabat melihat postingan ini di media sosial dan meminta untuk mencicipi sambalnya. Mardavat mengirimkan produknya melalui cash on delivery (COD) dan tanggapan positif mulai berdatangan. Sehingga ia menyadari sambal bawang putih mempunyai potensi pasar yang lebih luas.
Read More : Dianggap Rasis, Film Hollywood Garapan Sutradara Indonesia di Netflix Terancam Diboikot
Kesuksesan maskulin tidak lepas dari pemanfaatan media sosial sebagai sarana utama promosi. Ia rajin membagikan konten tentang produknya ke berbagai platform untuk memanfaatkan kekuatan media digital guna menjangkau khalayak yang lebih luas.
Melalui pendekatan ini, sambal bawang yang dihasilkan tidak hanya dikenal di Lombok, namun juga merambah pasar kota-kota besar Indonesia seperti Yogyakarta, Malang, Jakarta, Bandung, dan Bekasi.
“Setiap kali ada reuni alumni atau acara lainnya, saya selalu hadir dan membawa sampel Sambal Bawang. Beriklan langsung dan melalui media sosial untuk meningkatkan penjualan,” tambah Mardavati.
Yang membedakan usaha Mardavati dengan UKM lainnya adalah kemampuannya memasuki pasar luar negeri. Sambal bawang kini umum diekspor ke Qatar, Yaman, Mesir, Korea, Taiwan, dan Hong Kong. Faktanya, pasar Eropa telah terbuka berkat kapal pesiar yang menghadirkan produk tersebut kepada pelanggan di benua tersebut.