Jakarta, Beritasatu.com – Presiden PDP DPP, Abdullah mengatakan Presiden Prabo akan berada di depan Kongres PDP pada April 2021, pada pertemuan Presiden Prabo Supo.
Read More : Jenazah Pendaki Brasil Juliana Marins Akan Diautopsi di Bali
“Berdoalah untuk pertemuan kedua bahwa Kongres PDIP mungkin paling tidak sebelum menjalankan Kongres. Rencananya di Kongres, PDPP DPP kemudian diundang ke Presiden Praboo sebagai menghormati para tamu di Kongres. Itu normal bahwa itu normal sebelum Mrs. Mega bertemu dengan Presiden Prabo, pada hari Kamis. “
Abdullah mengimbau orang dengan menjelaskan pertemuan Prabo-Megawati sebagai perdagangan hewan politik, sehingga PDIP akan masuk ke dalam pemerintahan. Dia percaya bahwa ketika Prabo dan Megawati bertemu, mereka akan fokus pada diskusi tentang kebijakan negara.
“Saya yakin bahwa Mrs. Mega adalah kebijakan negara, bagaimana membaca cara cita -cita Indonesia. Bagaimana meningkatkan hukum dan mematuhi Konstitusi, berbicara tentang isu -isu negara strategis seperti geo global dan kekuatan pangan dan politik,“ Ini penjelasan.
Abdullah mengatakan bahwa PDIP Praboo berasal dari pemerintah Gibran yang tidak berarti bahwa PDP adalah bagian dari oposisi. Menurutnya, sistem politik Indonesia tidak mengenali aliansi karena Megawati sering dikonfirmasi.
“Jadi posisi PDIP akan berasal dari pemerintah dan presiden akan menjadi teman yang konstruktif untuk administrasi Praboo,” katanya.
Read More : Ribuan Warga Antusias Hadiri Open House Idulfitri Gubernur DIY
“Saya pikir preferensi dalam posisi nasional ini adalah teman yang lebih tulus, bisa menjadi teman tanpa diskon,” katanya.
Abdullah mencari doa dari semua orang Indonesia sehingga Prabo dan Megawati secara fisik metctic. Namun, ia percaya bahwa hubungan internal antara kedua karakter tersebut terlibat dengan baik.
“Pertemuan keduanya jelas bagus untuk kehidupan politik nasional, setidaknya dari kata -kata yang tidak lengkap yang lebih kecil, terutama di kalangan yang diakui,” kata kesimpulan bahwa pertemuan PDIP dan Megawati akan diadakan di hadapan Kongres.