Jakarta, Beritasatu.com – Saham-saham teknologi Indonesia akan menunggu Federal Reserve Amerika Serikat (AS) menurunkan suku bunganya pada paruh kedua tahun 2024, yang akan berdampak pada suku bunga acuan dalam negeri. .

Read More : UMKM Kerupuk Binaan BRI Berdayakan Perempuan di Citayam

“Saya kira kita akan melihat rebound pada saham-saham teknologi pada paruh kedua atau kuartal keempat,” kata Lisa C. Suryanada, Kepala Riset NH Corindo Securitas Indonesia, dalam catatannya kepada investor, Selasa (28/5). /2024).

Dia mengatakan sektor teknologi Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal, dengan bank sentral menaikkan suku bunga. Di era suku bunga tinggi saat ini, biaya pinjaman meningkat sehingga menyulitkan perusahaan teknologi. 

Lisa yakin The Fed akan menurunkan suku bunganya pada akhir tahun ini. “Mereka masih harus mencari dana atau meminjam ke bank, sementara kondisi saat ini semakin menjauhkan mereka dari profitabilitas,” lanjutnya.

Dia mengatakan sektor teknologi Indonesia bisa melihat pertumbuhan hingga 40% untuk produk-produk seperti komposit Nasdaq di Amerika Serikat. Pasalnya, mayoritas perusahaan teknologi AS terkait dengan kecerdasan buatan (AI).

Read More : Geger! Pabrik Sepatu Nike-adidas Kabur Dari Tangerang, Bos Buruh: Cari Upah Murah Jadi Alasan!

Sedangkan perusahaan teknologi besar kita seperti PT GoJek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bukapaak (BUKA) atau PT Blibli (BELI) muncul sangat awal di pasar. Itu adalah software aplikasi, jadi sifatnya berbeda dengan Nasdaq. “ucap Lisa.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *