Jakarta, Beritasatu.com – Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melonjak 8,82% ke Rp 74 per saham pada penutupan perdagangan Selasa (19/11/2024). Sahamnya mencapai Rp 75 yang merupakan level tertinggi dalam 6 bulan terakhir.
Read More : Danantara Gandeng Chandra Asri dan INA untuk Pengembangan Pabrik Baru
Berdasarkan data investor, volume transaksi saham GOTO mencapai 4,59 miliar lembar saham dengan frekuensi 28.330 transaksi senilai Rp 331,6 miliar.
Sehari sebelumnya, pada perdagangan Senin (18 November 2024), saham GOTO juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,25%. Selama sepekan terakhir, saham ini meningkat 15,6%, dan dalam 3 bulan terakhir tercatat melonjak hingga 37,04%.
Seperti diberitakan Investor Daily, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan pembelian saham GOTO dengan alasan prospek pertumbuhan di segmen On Demand Services (ODS) dan GoTo Financial (GTF). Danareksa juga menyimpan perkiraan kinerja GOTO periode 2024-2026.
Target harga saham GOTO berdasarkan metode discounted cash flow (DCF) ditetapkan sebesar Rp 90 per saham. Perkiraan tersebut didukung oleh asumsi pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) nilai transaksi bruto (GTV) pada segmen ODS dan GTF sebesar 6% untuk periode 2024-2034.
Read More : Hang Nadim Batam Layani 31 Penerbangan Ekstra untuk Arus Balik Lebaran
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berhasil menekan kerugian EBITDA yang disesuaikan menjadi Rp 13 miliar (YTD) pada periode Januari hingga September 2024. Hal ini menunjukkan bahwa GOTO berada pada jalur yang tepat untuk mencapai profitabilitas, dengan target EBITDA yang positif pada tahun 2024.
Kontribusi positif terhadap EBITDA yang disesuaikan datang dari segmen ODS, GoTo Financial dan e-commerce. Pada kuartal ketiga tahun 2024, GOTO mencatatkan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 137 miliar, meskipun terdapat kenaikan biaya variabel sebesar 14 basis poin (quarter-on-quarter).