Jakarta,Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kemandirian di tiga sektor strategis yaitu energi, pangan, dan komoditas terkait khususnya nikel. Hal ini dinilai menjadi sentimen positif bagi sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Read More : Pengamat Sarankan Food Estate Fokus pada Produktivitas Pangan Bukan Lahan Baru

Menurut Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta, Prabowo yang menekankan pada kedaulatan energi, ketahanan pangan, dan hilirisasi industri menyatakan optimisme Indonesia mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Investor menunggu implementasi dari kebijakan-kebijakan tersebut, bagaimana kebijakan tersebut akan diterapkan pada praktiknya, karena jika tidak maka dapat menimbulkan sentimen negatif di pasar,” jelas Nafan kepada Investor Daily, Kamis (24/10/24).

Nafan mengatakan, jika ide tersebut berhasil direalisasikan oleh Prabowo, maka saham-saham sektor energi, pangan, dan pertambangan diperkirakan akan menguat. Saham komoditas bisa bersinar karena hilirisasi dapat mendukung penambahan nilai di sektor ini.

Selain itu, Sektor Energi Terbarukan (EBT) baru yang menjadi bagian dari agenda besar Prabowa diharapkan dapat meningkatkan pertaruhan yang bertujuan untuk mengembangkan sumber energi alternatif. “Ketahanan pangan juga diyakini akan menguntungkan saham-saham di sektor pertanian,” ujarnya.

Nafan mengatakan, keberhasilan Prabowo mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8% akan sangat bergantung pada kemampuannya dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru, seperti hilirisasi komoditas dan inovasi teknologi. Dengan kebijakan yang tepat, sektor-sektor tersebut akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang bagi investor untuk memperoleh keuntungan signifikan di pasar modal.

Read More : 10 Tahun Jokowi, Jembatan Dalihan Natolu Mudahkan Akses ke Danau Toba

Sementara itu, pasar masih menunggu implementasi kebijakan tersebut, termasuk bagaimana kemauan politik kuat Prabowo akan mewujudkan visinya.  Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Indonesia bisa melihat pertumbuhan di sektor-sektor strategis ini dan membuat IHSG melonjak. Masa depan pasar modal sangat bergantung pada implementasi program-program besar tersebut, kata Nafan.

 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *