Jakarta, Beritasatu.com – Saham perusahaan migas PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) yang baru saja dicatatkan (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), menguat Rp 21 (15) %) ke Rp 154 pada perdagangan. Selasa (19/11/2024).
Read More : Wall Street Tergelincir Menyusul Laporan Dunia Ketenagakerjaan AS
Sejak tercatat di BEI pada 12 November 2024, saham BOAT sudah menguat 62,6%. Rinciannya, tanggal 12 November naik Rp35 (35%), tanggal 13 November naik Rp9 (6,6%), tanggal 14 November turun Rp12 (9,2%), tanggal 15 November naik Rp7 (5,3%) . , dan pada tanggal 18 November mengalami penurunan sebesar Rp5 (3,6%).
Diberitakan Investor Daily, naiknya saham BOAT tak lepas dari terhimpitnya konglomerat Sugiman Halim di pasar obligasi pada 13 dan 14 November 2024. Sugiman membeli saham PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) dan tiba. 213.396.500 saham biasa, sehingga kepemilikannya meningkat dari 4,41% menjadi 10,51%.
Hal ini terungkap dalam sistem pelaporan elektronik (SPE) BEI yang diumumkan pada 19 November 2024, sesuai dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang kepemilikan saham lebih dari 5%.
Saat ini Sugiman Halim memiliki 367.913.000 lembar saham BOAT.
Sugiman Halim merupakan pengusaha yang juga memiliki 7,35% saham PT Bumi Resources Minerals (BRMS) grup Bakrie.
Read More : Mantan Dirjen Pajak Komentari Wacana Bea Masuk Impor 200 Persen
Namun profil Sugiman Salim tidak dipublikasikan. Berdasarkan informasi Komisi Bursa Efek Indonesia (KSEI), Sugiman Halim beralamat di Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta.
Newport Marine Services Tbk (BOAT) melakukan penawaran umum perdana (IPO) di BEI dengan menawarkan 1.000.480.000 saham (28,57%) kepada masyarakat dengan harga Rp100 per saham.
Ahmad Wisya, Managing Director Newport Marine Services Tbk, menjelaskan BOAT berharap dapat mencatatkan pendapatan 30% dan memperluas ekspansi ke negara-negara Asia Tenggara lainnya.