Jakarta, Beritasatu.com – Saham PT Astra International Tbk (ASII) terjun bebas pada perdagangan sesi pertama di bursa (14/5/2024). Hingga pukul 11.10 WIB, ASII diperdagangkan pada level 4.620, melemah 455 poin atau 8,97%.

Read More : Oknum TNI AL Bunuh Wartawati, Lanal Balikpapan Minta Maaf ke Keluarga

Saham ASII dibuka di 4680 dan pindah ke 4590 di 4690. Sebelumnya pada Senin (13/5/2024), ASII ditutup pada level 5.057.

Jatuhnya saham ASII bertepatan dengan pembagian ex-dividen perusahaan pada 14 Mei di pasar umum dan disepakati. Total dividen sebelumnya pada 13 Mei, saat itu saham Astra juga turun 0,98%.

Total dividen adalah tanggal terakhir investor dapat membeli saham tertentu untuk memenuhi syarat menerima dividen dari penerbitnya.

Sedangkan ex-dividen adalah tanggal dimana investor tidak lagi berhak atas dividen atas saham yang dibelinya.

Daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen Astra akan ditetapkan pada 15 Mei, dan pembayaran dividen final pada 30 Mei.

ASII siap membagikan saham atau dividen final sebesar Rp 17 triliun 421 untuk tahun buku 2023.

Di sisi lain, Stockbit Securitas dalam ulasannya menyebutkan penjualan grosir mobil di Indonesia pada April 2024 sebanyak 48.637 unit, masing-masing turun -34,8% dan -17,4%.

Read More : Gibran Dampingi Prabowo pada Upacara Hari Lahir Pancasila

Kemudian, ASII melaporkan peningkatan penjualan mobil grosir April 2024 sebanyak 26.531 unit atau -34,2% dan penurunan -23,4%.

Penurunan tajam ini terutama didorong oleh merek terbesar, Toyota (-29.3% mom, -30.3% tahun lalu). Sementara merek mobil non-Astra mencapai 22.106 unit di bulan April (-35.5% mother, -8.9%). Koreksi penjualan mobil non-Astra terutama disebabkan oleh penurunan Mitsubishi (-47.6%, -52.7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu).

Dari segi pangsa pasar, ASII turun menjadi 54,5% pada April 2024 dibandingkan 58,8% pada April 2023. Pangsa pasar Toyota turun dari 37 persen pada April 2023 menjadi 31,2 persen.

Sedangkan penjualan Daihatsu naik menjadi 19,5 persen pada April 2023 dari sebelumnya 18,3 persen. Di sisi lain, mobil non-Astra, Honda dan Suzuki meningkatkan pangsa pasarnya masing-masing menjadi 9,5% dan 10,3%.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *