Sianjur, Berisatu.com – Anti -Rustin (37) dituduh membunuh ibu dan putrinya yang kandung di desa Sikaresmi di Kabupaten Saunzur Sukarassm.
Read More : Transgender Isa Zega Buka Suara Soal Kepulangan dari Ibadah Umrah ke Jakarta
Wanita yang membunuh ibunya dan anak kandungnya puas setelah hidupnya.
Yanti mengatakan dalam sebuah pernyataan dalam pernyataannya bahwa aktivitas mematikan detak jantung yang terkubur di sekolah dasar di sekolah dasar.
“Aku tidak ditahan, cinta. Saudara kecilku selalu mencintai ibuku. Sekarang tanahnya memuaskan,” katanya pada hari Senin (19.05.2025).
Berlawanan dengan dua adik perempuannya, dia merasa bahwa dia tidak pernah dicintai oleh ibunya (51).
“Dua adik perempuan saya -adik laki -laki saya selalu lebih suka sampai saya sudah memiliki anak,” katanya.
Citi Nurhayati hanya bahwa Yant memiliki hati untuk membunuh kehidupan anak -anak kandungnya, baru berusia tiga tahun. Alasannya adalah bahwa tangisan anak tidak menarik perhatian populasi dan memaparkan kesalahan.
Read More : Ariel Noah Berhasil Finis di Tokyo Marathon 2025: Hampir Gagal Start
Pembunuhan itu terjadi pada hari Senin (21.04.2025). Korban dan istri ayahnya Lisi dengan Kahya (60) mengambil fanatisme. Lilis mencekik dan membunuh mayat korban anti -Kahya tanpa berkelahi.
Setelah kematian, mayat korban akhirnya dirawat di dua tempat yang berbeda, yang diperlakukan tidak manusiawi di area taman dan di jalan pelembab. Operasi mematikan ini terungkap ketika penduduk menemukan bagian -bagian tubuh manusia di kebun dua minggu kemudian.
Rohn Yongkki Dilatha, komisaris senior untuk polisi Sianjur, mengatakan bahwa tujuan wanita untuk membunuh seorang ibu yang hidup adalah kombinasi dari balas dendam pribadi dan tekanan finansial. Kahya dikatakan telah lama berutang dan Yanti telah menderita.