Kepulauan Riau, Beritasatu.com -Perceraian Domestik (Kekerasan Rumah), enam tahun -satu tahun di Batam, Kepulauan Riau, harus dirawat setelah ditunjuk oleh ayah tirinya.

Read More : Sosok Sutrisna Wibawa dan Sumanto yang Maju pada Pilkada Kabupaten Gunungkidul 2024

Acara hati terjadi di pemerintahan Kampung Madani. Penjahat, Rahman Saputra, 31, yang bekerja setiap hari seperti itu, dapat memukul dan menghancurkan ibu tirinya karena anak itu menolak untuk menunjukkan kamar mandi dan lebih suka bermain dengan teman -temannya.

Insiden itu dimulai ketika Rahman selalu mengatakan kepadanya bahwa korban menunggu. Namun, korban terus bermain di luar rumah.

Khawatir karena dia diabaikan, penjahat itu kemudian memukul bayi dengan sapu. Tidak berhenti di situ, perasaan Rahman meningkat sampai dia mengambil pedang dan mematahkan kepala bayi itu.

“Korban mengalami patah cedera di kepalanya karena senjata parah. Selain itu, ia juga dipukuli dengan sapu,” kata kantor polisi Kanite Rasrim Sei Beduk, IPDA Alex dalam siaran pers pada hari Rabu (5/28/2025).

Penderitaan itu akhirnya ditemukan setelah seorang tetangga mendengar kekhawatiran dan melihat kondisi anak yang terluka. Mereka segera membawa korban di Rumah Sakit Casa Medica Panbil untuk dirawat.

Saat ini, korban juga meninjau konseling di bawah pengawasan UPT untuk perlindungan perempuan dan anak -anak dari kota BAM.

Awalnya, karakter menyangkal keterlibatannya. Namun, ketika polisi turun dan mengumpulkan saksi mata, ia akhirnya menerima tindakannya.

Read More : Oknum Guru Honorer di Banjarmasin Cabuli 7 Siswa

Dalam pengakuannya, Rahman menyatakan penyesalan dan mengaku salah untuk waktu emosional.

“Bayiku sedih.

Dalam tindakannya, para pelaku sekarang telah dinyatakan dituduh dan didakwa berdasarkan Bagian 80 (1) Undang -Undang. 35 tahun 2014 sehubungan dengan perlindungan anak. Dia diancam oleh lebih dari 3 tahun penjara.

Kasus anak -anak yang telah ditipu oleh ayah tiri di Batam adalah pengingat akan pentingnya kontrol emosional dalam model orang tua, serta kebutuhan manajemen lingkungan terhadap kekerasan terhadap anak -anak yang mungkin terjadi di rumah itu sendiri.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *