Jakarta, Beritasatu.com – Timnas Indonesia meraih dua emas dan satu perunggu di Olimpiade Paris 2024. Dua medali emas diraih Vedrik Leonardo di kategori panjat cepat putra dan lifter Rizki Juniansyah di kategori 73kg.

Read More : Shin Tae-yong: Kalau AFC Ingin Maju, Kepemimpinan Wasit Harus Diperbaiki

Sementara medali perunggu diraih pebulutangkis tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung. Koleksi dua medali emas dan satu perunggu ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-39 dalam perebutan medali, Vedrik Indonesia turut menyumbang medali emas pertama Indonesia di Olimpiade Paris 2024.

Dua medali yang diraih Vedrik dan Rizki melengkapi perolehan emas Indonesia di ajang spektakuler kelas dunia U-10 itu. Sementara Gregoria menyumbang medali perunggu ke-16. Indonesia juga telah menghasilkan 14 koin perak.

Keikutsertaan Indonesia sebagai negara merdeka dalam Olimpiade dimulai pada tahun 1952 atau tujuh tahun setelah proklamasi kemerdekaan. Indonesia mengirimkan tim pertamanya ke ajang multievent ini saat digelar di Helsinki, Finlandia pada tahun 1952. 

Saat itu, Indonesia hanya mengirimkan tiga atlet. Indonesia kemudian mengirimkan wakilnya ke Olimpiade di Melbourne, Australia pada tahun 1956.

Empat tahun kemudian, Indonesia mengirimkan 22 atletnya ke Olimpiade Roma 1960. Namun Indonesia tidak mengirimkan atletnya ke Olimpiade Tokyo 1964 karena boikot. Indonesia juga memboikot Olimpiade Moskow 1980. – (@Lies_archer)

Indonesia mulai mengumpulkan medali ketika ajang multidisiplin ini diadakan di Seoul, Korea Selatan pada tahun 1988. Trio Srikandi Indonesia Lilis Khandayani, Nurfitriana Saiman dan Kusuma Vardani meraih perak di cabang panahan beregu putri. 

Indonesia mulai meraih emas saat bulu tangkis pertama kali dipertandingkan di Olimpiade, yakni saat digelar di Barcelona, ​​​​Spanyol pada tahun 1992. Semua medali diraih oleh bulu tangkis di Olimpiade ini.

Susie Susanti dan Allan Budikusuma yang kemudian menikah berhasil meraih emas di bulu tangkis tunggal putri dan putra. Ardi Viranatha meraih perak di tunggal putra. 

Sementara pasangan putra Eddie Hartono dan Budi Gunawan juga meraih medali perak. Medali perunggu tunggal putra diraih Hermavan Susanto. Indonesia juga menyumbang dua emas, dua perak, dan satu perunggu di Barcelona dan menduduki peringkat ke-24 bersama istrinya Susi Susanti – (terpisah).

Medali emas menyusul empat tahun kemudian di Olimpiade Atlanta 1996. Mia Audina menyumbang perak di tunggal putri. 

Susie Susanti mengajukan medali lain yakni perunggu. Medali perunggu kembali diraih Antonius Ananto/Danny Cantono di ganda putra. Indonesia meraih satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu pada turnamen ini dan menempati peringkat ke-41 dalam perolehan medali.

Sementara pada Olimpiade 2000 di Sydney, Australia, ganda putra Tony Gunawan/Kandra Vijaya berhasil meraih medali emas. Angkat besi mulai memberikan medali Olimpiade setelah atlet angkat besi putri Lisa Rumbevas meraih medali perak. Ia menyumbang perak pada kategori 48 kg putri. – (di antara)

Medali perak lainnya datang dari ganda campuran bulu tangkis Trikus Harjanto/Minarti Timur. Tunggal Putra Hermavan juga meraih perak di tunggal putra.

Medali perunggu juga diraih dari cabang angkat besi melalui Sri Indriani di kategori 48kg putri dan Vinarni Slemet di kategori 53kg putri. Tim Merah Putih juga meraih satu medali emas, tiga perak, dan dua perunggu serta menempati peringkat ke-38 dalam perebutan medali.

Read More : Klub Milik Pengusaha Indonesia Como Segera Dapatkan Raphael Varane

Tradisi emas Indonesia berlanjut pada Olimpiade 2004 di Athena, Yunani. Kali ini emas juga diperebutkan di cabang bulu tangkis, setelah Taufiq Hidayat menjadi juara tunggal putra. Lisa Rumbevas kembali menyumbang perak di Olimpiade tersebut setelah finis kedua di kategori 53 kg putri.

Ganda bulu tangkis putra Eng Hian/Flandy Limpele meraih perunggu dan tunggal putra Sony Dwi Kuncoro juga meraih perunggu. Indonesia berhasil meraih satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu serta menempati posisi ke-48 pada turnamen ini. 

Indonesia juga meraih emas di Olimpiade Beijing 2008.       Pebulutangkis Indonesia Taufik Hidayat kalah dari pebulu tangkis Thailand Tanongsak Saensomboonsuk – (France Press)

Sementara ganda campuran Nova Vidianto/Liliana Natsir meraih perak. Tiga medali perunggu diberikan oleh atlet angkat besi. Mereka adalah Lisa Rumbevas pada kategori berat badan hingga 53 kg putri, Eko Yuli Irawan pada kategori berat badan hingga 56 kg putra, dan Triatno pada kategori berat badan hingga 62 kg putra. Sementara Maria Christine Julianto di tunggal putri bulu tangkis juga meraih perunggu di tunggal putri. Indonesia berada di peringkat 40 dengan perolehan satu emas, satu perak, dan empat perunggu.

Tradisi emas Indonesia hilang di Olimpiade London 2012. Pada turnamen yang digelar di Inggris itu, Merah Putih berhasil meraih dua perak dan satu perunggu. Semua medali diberikan oleh atlet angkat besi.

Perak diraih Citra Febrianti pada kategori berat badan 53 kg putri dan Trijatno yang turun pada kategori berat badan 69 kg putra. Eco July kembali menganugerahkan medali perunggu. Ia tampil di kategori 62kg putra. Meraih dua perak dan satu perunggu, Indonesia menempati peringkat ke-60.  

Indonesia kembali meraih medali emas saat Olimpiade digelar di Rio De Janeiro, Brasil pada tahun 2016. Emas bulu tangkis ganda campuran diberikan kepada Tantovi Ahmad dan Liliana Natsir setelah mengalahkan wakil Malaysia Chan Peng Sun/Goh Liu Ying di final ganda, Tontovi Ahmad/Liliana Natsir.

Sementara atlet angkat besi Sri Vahyuni ​​​​Agustiani yang turun di kategori 48 kg putri dan Eko Julia Irawan di kategori 62 kg putra berhasil meraih medali perak. Indonesia juga meraih satu emas dan dua perak di Olimpiade 2016 dan berada di peringkat ke-46.

Pada Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada 2021, Indonesia berhasil meraih satu medali emas, satu perak, dan tiga perunggu.

Apriani Rahayu/Gracia Pauli meraih emas di bulu tangkis ganda putri. Sementara lifter Eko Yuli Irawan mengantongi satu medali perak pada kategori 61kg putra bersama Apriyani Rahayu. – (AFP)

Sementara Anthony Sinisuka Ginting meraih perunggu di nomor bulutangkis tunggal putra, begitu pula dua atlet angkat besi, yakni Windy Kantika Aysah di kategori 49kg putri dan Rahmat Erwin Abdullah yang turun di kategori 73kg putra. Indonesia menduduki peringkat ke-39 dalam perebutan medali saat itu.        

Dengan demikian, Indonesia telah menghasilkan 10 medali emas, 14 perak, dan 16 perunggu selama keikutsertaannya di Olimpiade. Olimpiade empat tahun ke depan akan digelar di Los Angeles, AS. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *