Jakarta, Beritasatu.com – Mengganti password secara rutin, misalnya 3 bulan sekali, seringkali disarankan untuk memperkuat keamanan akun. Namun, menurut pakar keamanan siber, mengganti kata sandi secara rutin bukanlah hal yang baik, malah berbahaya.

Read More : Jadwal Tanding Timnas Sepak Bola Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Dimulai 5 September

“Tidak perlu mengubah kata sandi setiap 90 hari,” kata Ashley D’Andrea dari Security Security, dilansir The Sun, Jumat (5/7/2024).

Kata sandi diubah untuk mencegah akses tidak sah ke informasi pribadi, kata Ashley. Dalam beberapa kasus, kata sandi perlu diubah. Misalnya, ketika sebuah akun diretas di perangkat seluler, penting untuk segera memperbarui akun lain.

Namun, jika Anda memaksakan diri untuk mengubah semua kata sandi akun Anda setiap 90 hari, Anda mungkin mengalami masalah.

“Untuk akun pribadi, mengubah kata sandi setiap 90 hari bisa lebih buruk daripada membiarkannya apa adanya,” kata Ashley.

Menurutnya, menggunakan autentikasi multifaktor merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan mengganti kata sandi setiap 90 hari. Pasalnya, penggantian kata sandi sering kali melemahkan atau memudahkan peretas untuk membobolnya.

“Sering mengganti kata sandi dapat menyebabkan Anda mulai menggunakan kata sandi yang lemah atau mengulangi kata sandi lama,” kata Ashley Image Password – (Freepik/-)

Read More : Gugat Cerai, Adik Raffi Ahmad Masih Satu Rumah dengan Suami

Ashley menjelaskan bahwa orang yang mengubah kata sandinya sering kali memilih login yang mudah diingat. Mereka biasanya menambahkan sesuatu yang berkesan, seperti nama hewan peliharaan, makanan favorit, atau alamat jalan. Hal ini membuat kata sandi lebih mudah dibobol.

Selain itu, mencoba mengingat kata sandi baru memaksa orang mengulangi kata sandi akun. Ini bisa menjadi masalah besar karena akun yang seimbang dapat menyebabkan reaksi berantai. Akun lain dengan kata sandi yang sama juga bisa diretas. Bahkan kata sandi umum, seperti mengubah angka di akhir, dapat dibobol dengan cara ini.

“Jika Anda terus-menerus mengubah kata sandi, Anda berisiko lupa,” kata Ashley. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *