Moskow, Beritasatu.com – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Moskow memenuhi janji Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih, Donald Trump, yang siap menyelesaikan konflik di Timur Tengah dan Ukraina.
Read More : 23.499 Kendaraan Padati Puncak Bogor Jelang Tahun Baru 2025
โKami akan menunggu tawaran mereka (kepada Trump untuk mengakhiri konflik di Ukraina). Kami selalu menekankan bahwa politisi yang mendukung perdamaian dan bukan perang patut mendapat perhatian. Namun, kami masih belum tahu apa yang akan mereka tawarkan. kata Lavrov dalam kutipan Antara, Minggu (17/11/2024).ย
Pernyataan Lavrov yang menggemakan niat Trump untuk mengakhiri konflik di Ukraina itu disampaikan usai menghadiri Konferensi Internasional Sir Bani Yass ke-15 di Abu Dhabi pada Jumat (15/11/2024).
Dalam percakapan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kanselir Jerman Olaf Scholz, Lavrov mempertanyakan pernyataan Jerman, Uni Eropa dan NATO bahwa mereka akan mendukung Ukraina selama diperlukan. โYang membutuhkan ini tentu saja bukan rakyat Ukraina,โ tegasnya.
Menanggapi laporan media bahwa Tiongkok tidak senang dengan kerja sama antara Rusia dan Korea Utara, Lavrov menekankan bahwa hubungan ini tidak akan merusak kemitraan antara Rusia dan Tiongkok.
Read More : Demo Buruh May Day, Polisi Imbau Warga yang Akan Melintasi Monas Cari Jalan Alternatif
“Tidak ada yang bisa memisahkan Rusia dan Tiongkok. Kami juga belum menerima pesan apa pun terkait hubungan dengan Korea Utara,” kata Lavrov mewakili pejabat Korea Utara.
Terlepas dari rencana Trump untuk mengakhiri konflik di Ukraina, ia menambahkan bahwa Rusia dan Tiongkok mengadakan konsultasi rutin untuk mengoordinasikan tanggapan terhadap masalah yang diciptakan oleh AS dan sekutunya di Semenanjung Korea.