JAKARTA, BERITASATU.COM – Nilai tukar Rupi dalam negosiasi hari ini terdaftar melemah. Rupee harus macet pada tingkat $ 16,200 rp per dolar AS (AS).
Read More : Startup Fintech Lokal Raup Investasi Rp200 Miliar
Berdasarkan suku bunga menengah Google, Rupia melemahkan 373 poin atau 2,35% menjadi 16.238 rp per dolar AS. Sementara itu, menurut Bloomberg, Rupia berkurang 47 poin atau 0,29% menjadi 16.246 rp per dolar AS.
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan dia bersedia mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupia pada $ 16.500 rp per dolar selama 2025.
Pada pertemuan Indonesia tentang anggaran parlemen dengan Menteri Keuangan, kepala Bappena, Perry mengungkapkan bahwa promosi tersebut didukung oleh berbagai agen fundamental.
Perry memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah akan diperkuat pada tahun 2026 dan dalam 16.000 rp pada 16.500 rp per dolar AS. Penilaian ini sesuai dengan promosi positif neraca pembayaran Indonesia (NPI), termasuk kelanjutan masuknya portofolio asing dan basis ekonomi nasional.
Read More : Indofarma Rombak Direksi, Sahat Sihombing Jadi Dirut Baru
Perry juga menggarisbawahi bahwa BI akan meningkatkan kebijakan stabilisasi nilai tukar asing, termasuk melalui pasar asing yang tidak diproduksi (NDF), serta menerapkan strategi intervensi tiga di pasar dalam negeri dan di pasar SBN di pasar sekunder.
Selain itu, BI akan memaksimalkan badan -badan moneter seperti Bi Rupiah Securities (SRBI), BI Fallery Securities (SVBI) dan BI SUVBI (SUVBI) untuk meningkatkan efektivitas kebijakan dan menarik aliran modal asing.