Jakarta, Beritasatu.com- KPC searched on Monday (10/3/2025) for cases related to corruption in PT Bank in West Java (October 3, 20125) and searched the former West Java West Java West Java West Java West Java West Java West Java West Java West Java West Java West Java West Java West Java West Java West Java West Java West Java Homeland di Bandung.
Read More : Toyota Pamerkan Yaris Cross Hybrid dengan Teknologi Elektrifikasi di Semesta Berpesta Tangerang
“Ada peneliti penyelidik BJB aktif hari ini,” kata juru bicara KPC Tessa Mahardhika.
Namun, Tessa tidak siap untuk menjelaskan detail yang terkait dengan pencarian dan tujuan rumah Ridwan Kamil.
“Untuk rilis resmi, termasuk lokasi, mereka akan dikirim hanya setelah acara selesai,” kata Tessa.
KPC telah menerbitkan Perintah Investigasi (Sprindik) tentang Korupsi Bank BJB dan lima orang telah ditunjuk sebagai tersangka. Tetapi tidak ada pemberitahuan tentang tersangka telah diterima.
“Kami telah mengeluarkan perintah investigasi,” kata wartawan yang membangun pusat anti-korupsi di Jakarta pada hari Rabu (5/3/2025).
Yuddy Renaldi, presiden bank, tiba -tiba mengundurkan diri ketika kasus tersebut tumbuh dalam fase investigasi. Namun, manajemen BJB membantah bahwa Yuddy menarik masalah yang terkait dengan penyelidikan KPC.
Yuddy Renaldi mengundurkan diri karena penyakit, kata sekretaris Bank BJB Ayi Subarna. Dia berkata: “Dia ingin fokus pada pemulihan.” Mengapa Ridwan Kamil merangkak dalam masalah perbankan BJB?
KPC memang menyelidiki apa yang disebut kasus penetrasi anggaran iklan bank BJB senilai lebih dari 200 miliar RP. Pada waktu itu, gubernur Java West adalah Ridwan Kamil.
Read More : Malam Tahun Baru, Monas Gelar Gemilang Silang Monas
Seperti yang kita ketahui, BJB adalah bank umum dengan saham mayoritas di pemerintah provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Bupati/Kota Jabbar.
KPC telah menunjukkan kasus -kasus korupsi dalam iklan Bank BJB sejak September 2024. Pada waktu itu, KPC telah mengidentifikasi tersangka di masa depan dari pejabat bank BJB dan partai swasta.
Sebelumnya, hasil ujian BPK yang dirilis pada Maret 2024 menyatakan bahwa BJB Bank mengalokasikan anggaran iklan melalui enam perusahaan agensi senilai 341 miliar RP.
CPC menemukan tanda -tanda 28 miliar penanda RP atau pelanggaran pendanaan dalam manajemen anggaran. Dari total tagihan menjadi 37,9 miliar RP, ternyata hanya ada RP. 9,7 miliar biaya iklan dikonfirmasi.
Selama periode 2021-2023, ia dicurigai memiliki anggaran periklanan bank BJB senilai 200 miliar rp.
Namun, KPC tidak memiliki penjelasan untuk peran Ridwan Kamil dalam kasus ini, jadi rumahnya menjadi target.