Jakarta, bhayatatu.com – Rumah Sakit Bhayangkara I Pusdokkes Pusdokkes (Poldi) Kramat Jati, Tamansari, Jakarta Barat Sabtu (1/1825) Jepang.
Read More : Kontak Prabowo, Anwar Sebut Malaysia Siap Bantu Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza
Mayat itu mencapai Rumah Sakit Kepolisian Nasional dengan ambulans, sekitar 17,08 WIB dan segera dipindahkan ke proses pemasangan uji coba untuk proses pemasangan. Setibanya, tas mayat yang diterima oleh Rumah Sakit Kepolisian Nasional menjadi delapan.
Rumah Sakit Kepolisian Nasional menetapkan identifikasi tim korban DVI (DVI) untuk mengidentifikasi korban kebakaran. Dalam proses ini, tim berkolaborasi dengan sistem sidik jari otomatis Indonesia (INAFIS) dan Laboratorium Keahlian Pengadilan Puslabford.
Rumah Sakit Politik Brigade Umum Prima Holaha Yulhartono menjelaskan kondisi tubuh yang membakar pengakuan yang lebih efisien dengan memeriksa DNA.
“Kami cenderung menggunakan pemeriksaan DNA untuk menentukan korban.
Prima menambahkan bahwa kondisi fisik yang terbakar dengan keras masuk akal untuk menggunakan metode lain seperti sidik jari. Dengan demikian, pemeriksaan DNA adalah pilihan pertama untuk mengidentifikasi korban.
Read More : 8 Oleh-oleh yang Jadi Rekomendasi Saat Berlibur ke Magelang
“Kondisi tubuh terbakar sehingga memperdalam proses identifikasi,” jelasnya.
Kebakaran terjadi di Glodok Plaza pada hari Rabu (1/15/2025) di malam hari, dengan kehilangan besar, termasuk kehilangan banyak pengorbanan. Sampai sekarang, total delapan karung dievakuasi dan dipasok ke Rumah Sakit Kepolisian Nasional untuk dikenali.
Proses identifikasi berlanjut dan Rumah Sakit Kepolisian Nasional terus menjamin keluarga para korban.