London, Beritasatu.com- Perdana Menteri (PM) Inggris Rishi Sunak mengumumkan rencana untuk memberlakukan wajib militer atau bentuk layanan lainnya bagi generasi muda jika Partai Konservatif memenangkan pemilihan umum (election) yang akan digelar pada 4 Juli 2024.
Read More : Anwar Ibrahim Juga Tunjuk Retno Marsudi Jadi Penasihat untuk Keketuaan ASEAN Malaysia 2025
Dalam opini yang dimuat The Daily Mail, Minggu (16/5/2024), Sunak mengatakan timnya akan memulihkan layanan nasional Inggris hari ini. Layanan ini memberikan kesempatan yang mengubah hidup bagi kaum muda untuk mempelajari keterampilan praktis, berinovasi dan berkontribusi kepada masyarakat dan negara.
“Semua anak berusia 18 tahun, apa pun latar belakang mereka, di mana pun mereka tinggal di Inggris, akan mengikuti layanan nasional baru ini,” kata Sunak seperti dikutip Antara.
Sunak membenarkan bahwa para pemuda dapat memilih 1 tahun dinas militer penuh waktu dan 25 hari kerja bantuan sukarela di Angkatan Bersenjata Inggris.
“Kepada mereka yang mengeluh karena tidak mengetahui perintah ini, saya katakan bahwa kewarganegaraan membawa tanggung jawab dan hak. “Menjadi orang Inggris tidak hanya sekedar mengantri di pemeriksaan paspor,” kata Sunak.
Read More : 10 Jembatan Ambruk Berturut-turut di India, Apa Penyebabnya?
Ia menegaskan, dinas nasional yang baru bukanlah militerisasi warga negara. Kebanyakan dari mereka tidak bertugas di ketentaraan. “Hanya mereka yang lolos dan lulus ujian masuk yang bisa melakukannya,” kata Sunak.
Pada bulan Januari, Panglima Angkatan Bersenjata Inggris, Jenderal Patrick Saunders, meminta Inggris untuk mempersiapkan angkatan bersenjatanya untuk bertindak jika terjadi konflik dengan Rusia.