Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan revitalisasi beberapa terminal selama 10 tahun pemerintahannya. Salah satu terminal yang disasar revitalisasi adalah Terminal Leuwipanjang, Bandung, Jawa Barat. Revitalisasi ini menguntungkan wisatawan yang merasa nyaman dan bebas dari penilaian.
Read More : 7 Artis yang Meninggal Dunia karena Penyakit Strok, Terbaru Mat Solar
Pada peresmian terminal Leuwipanjang yang telah direvitalisasi, Presiden Jokowi mengatakan, dengan merevitalisasi terminal tersebut, mereka ingin mengubah persepsi terhadap terminal yang rusak, berantakan, kotor, dan penuh dokumen. Kini kondisi terminal sudah membaik. Perbaikan kondisi terminal diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk kembali menggunakan angkutan umum sehingga mengurangi kemacetan.
“Kami melihat terminal Leuwipanjang yang dibangun di Kota Bandung ini benar-benar rapi. Kita berharap terminal Leuwipanjang ini bisa mempercepat pergerakan masyarakat dari satu kota ke kota lain,” kata Presiden Jokowi.
Revitalisasi terminal dilaksanakan dengan konsep mixed-use. Konsep ini bertujuan untuk mengubah konsep terminal yang sebelumnya hanya digunakan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang serta pemberangkatan bus masuk, kini menjadi penghubung angkutan ekonomi, pengemudi dan pengemudi, serta wadah sosial seni dan budaya. aktivitas.
Selain itu, melalui revitalisasi juga meningkatkan keselamatan dan pelayanan sehingga masyarakat semakin nyaman menggunakan bus sebagai angkutan umum. Salah satu penumpang, Nina (45), mengaku menikmati kebangkitan terminal Leuwipanjang.
“Jadi bagus dan aman, tidak ada (tindakan) menghakimi,” kata Nina.
Read More : Mendagri: Tak Ada Lagi Pelantikan Kepala Daerah Serentak yang Lolos MK
Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), biaya revitalisasi terminal Leuwipanjang mencapai Rp70 miliar. Terminal ini dibangun di atas lahan seluas 30.768 meter persegi.
Terminal Leuwipanjang memiliki 657 bus setiap harinya. Jumlah penumpang di terminal Leuwipanjang mencapai 5.260 orang per hari.