Jakarta, Beritasatu.com – Pendaratan manusia pertama di bulan yang dilakukan Neil Armstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins menjadi kisah membanggakan bagi Amerika Serikat. Hingga saat ini, masih terjadi perdebatan apakah kejadian tersebut benar-benar terjadi atau hanya rekayasa ala Hollywood.
Read More : Resmi Menikah, Thariq Halilintar Langsung Pamer Foto Tidur Siang Bareng Aaliyah Massaid
Kami mencoba menjadikannya sebagai tema dalam film Fly Me to the Moon (2024) yang tayang di bioskop Tanah Air mulai Jumat (2-8-2024). Beritasatu.com berkesempatan menghadiri pemutaran perdana film ini pada Selasa (30/7/2024).
Sesuai judulnya, film ini menceritakan kisah fiksi di balik peristiwa pendaratan manusia pertama di bulan. Lagu Fly me to the Moon (sebelumnya populer dinyanyikan oleh Frank Sinatra) juga merupakan original soundtrack film terbaru Sony Pictures yang dibawakan oleh penyanyi nasional Brunei Darussalam, Jaz Hayat.
Fly Me to the Moon bercerita tentang Kelly Jones (diperankan oleh Scarlett Johansson), seorang pramuniaga mobil yang direkrut oleh agen pemerintah AS Moe Berkus (Woody Harrelson) untuk menjadi spesialis pemasaran NASA dan program Apollo 11 yang melaksanakan misi tersebut. misi. untuk mengirim tiga astronot Amerika ke bulan.
Saat itu, publik Amerika mulai skeptis dengan keberadaan program ini, pasca kecelakaan fatal awak utama Apollo 1. Kehadiran Kelly awalnya tidak diterima dengan baik oleh direktur program NASA, Cole Davis (Channing Tatum ), siapa pun yang membicarakannya mengira misi mengirim manusia ke bulan bukanlah barang jualan.
Setelah berhasil mendapatkan kepercayaan Cole, Kelly perlahan berhasil meyakinkan pemerintah dan publik Amerika bahwa program tersebut tidak hanya menjadi simbol Star Wars Amerika dan Rusia, tetapi juga kebanggaan bangsa Amerika. Namun, Moe ragu dengan keberhasilan misi ini dan meminta Kelly membuat rencana cadangan dengan membuat video palsu pendaratan manusia pertama di bulan.
Video yang ditayangkan dan menjadi kebanggaan warga Amerika selama ini, apakah pada akhirnya hanya rekaan belaka? Benarkah tiga astronot Amerika yang pertama kali menginjakkan kaki di bulan? – (Versi foto Sony/-)
Fly me to the Moon adalah latar penampilan Scarlett Johansson. Kehadirannya meyakinkan seperti Kelly dengan dialog, ekspresi wajah, dan bujukannya. Chemistry Scarlett Johansson dan Channing Tatum yang menghadirkan sosok kalem dan kalem menjadi hiburan tersendiri dalam film berdurasi 132 menit ini.
Read More : Tidak Ada CCTV di Lokasi Kecelakaan Dali Wassink Suami Jennifer Coppen, di Seberang Ada Restoran Al Jazeera
Woody Harrelson yang tampil sebagai Moe Berkus pun berhasil mencuri perhatian. Meski tidak banyak mendapat dialog, namun tampilannya di layar menggambarkan sosok G-man ala tahun 1960-an yang misterius, licik, dan ambisius.
Fly me to the Moon punya cerita ringan yang bisa dinikmati penontonnya. Setting Amerika tahun 1960-an juga dihadirkan secara sempurna dengan kostum, kendaraan, dan lagu latar yang mengajak penonton mengenang Perang Dingin Amerika.
Beberapa dialognya juga menyampaikan pesan yang cukup mendalam untuk sebuah film komedi. Misalnya pernyataan Kelly yang mengatakan bahwa meskipun Anda tidak mempercayainya, kebohongan tetaplah kebohongan, dan meskipun Anda tidak mempercayainya, tetap saja kebohongan.
Secara keseluruhan, Fly me to the Moon merupakan film komedi ringan dengan penampilan Johansson yang meyakinkan. Film ini sendiri merupakan sebuah hiburan di tengah tiada habisnya genre komedi romantis (romantic comedy).