Surabaya, Beritasatu.com-hofifah Indar Parawansa secara resmi terpilih sebagai presiden Muslim Nahdulatuli (Nahdlat) di Kongres ke-18. Pemilihan dilakukan oleh sembilan tim dari seluruh Indonesia.
Read More : Dalami Dugaan Korupsi di Pemkot Semarang, KPK Gali Keterangan Ketua Gapensi Semarang Martono
Setelah pemilihan, Hofifan mengusulkan tiga nama sebagai manajemen pusat Nu Central (AMIFHA), khususnya, Arithh Choi Favi dan Ulfatt Mashffa.
Dari hasil konsultasi, para peserta Kongres sepakat untuk memilih sekring paduan suara Arithh, yang saat ini adalah menteri perempuan dan anak-anak sebagai presiden Nu Muslimat PP 2025-2030.
Hofifa menjelaskan bahwa struktur manajemen ini adalah hasil dari koordinasi di Kongres, yang disertai oleh Dewan Eksekutif Nahdlatul Ulam.
“Ini adalah struktur baru berdasarkan hasil beberapa hari terakhir dan dukungan PBNU. Dengan demikian, agen otonom dikirim ke PBNUS untuk membantu dalam proses Kongres,” kata Hofiph (01/15/2025).
Read More : Komisi VIII DPR Akan Tunggu Menag Hadiri Raker Haji 2024
Seperti langkah selanjutnya, Hofiphan, yang juga merupakan gubernur Jawa Timur yang dipilih, akan membuat manajemen penuh Muslimat NU pada tahun 2025-2030. Persiapan ini dibuat dengan perwakilan PBNU dan Team Tujuh, yang terdiri dari para pemimpin wilayah Muslimat NU di seluruh Indonesia.