Jakarta, Berritasatu.com – Anggota Parlemen dari Soni Son Zulkifi telah secara resmi dijadwalkan untuk Ketua Perwakilan Komisi Perwakilan XII. Dengan penentuan adegan ini, presiden berkomitmen untuk mengelola dan sepenuhnya mendukung tujuan pengorbanan diri dari Presiden Pruito Sabiento.
“Saya merasa terhormat dan siap untuk melakukan perintah ini. Komisi bergabung dengan Komisi pada tanggal dua belas untuk bekerja untuk Program Komisi XII Rapat Ruang Ruang Ruang Ruang Ruang Perwakilan, Nusantara 1, Kompleks Parlemen, Sena, Jakarta, Senin (4/ 11/214))
Diketahui bahwa Komisi Dewan Perwakilan memainkan peran strategis dalam melakukan undang -undang yang terkait dengan sektor listrik kedua belas, sumber daya mineral dan investasi.
Mitra ke -12 dari Komisi meliputi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Investasi dan Pijat BPH), Unit Koordinasi Khusus Artikel Koordinator, Dewan Koordinasi, Dewan Koordinasi, Dewan Koordinasi, Dewan Koordinasi, Dewan Koordinasi Terkunci Studi ANAA HART termasuk minyak dan gas. Kegiatan (SKK Migas), Dewan Energi Nasional (DN), Organisasi Nuklir Karir Nuklir (BIG).
Putri mengatakan, “Sebagai presiden komisi kedua belas, saya juga mengandalkan antusiasme berbagai inisiatif yang mendukung perlindungan kekuasaan nasional dan pemeliharaan kemajuan abadi di Indonesia.”
Sementara itu, wakil perwakilan Kadir mengatakan bahwa Komisi Dewan Perwakilan ditentukan oleh jadwal utama XII dan mulai bekerja di antara rekan -rekannya. Komisi House of Representative adalah Ketua Donnie Hariadi (Sugindra), Surendra), dan Bambang Patizaya dari putra Zulkifli Hasan (PAN).
Read More : Bahlil Lahadalia Dinilai Layak Gantikan Airlangga, Ini Jejak Rekamnya di Partai Golkar
“Ya, esainya dari tim Golca, Tn. Bambang Patizaya, dari PDP Pak Donni Okon ke Gendra Bambang Haryadi, Nasadem Mr. Sugang Sugar dari Sugarwoto. Ini adalah esai, dan mereka mengirimkan semua nama, dan mereka. Semua. Nama diserahkan, dan mereka mengirimkan semua nama, “sebagai ADIES.
Adis mengatakan bahwa nama kedua belas dari para pemimpin komisi tidak boleh ditentukan oleh pertemuan perencanaan DPR. Sebagai pemimpin komisi DPR lainnya, ia mengatakan bahwa nama -nama itu cukup diizinkan dan ditentukan oleh komisi masing -masing.
“Berjalan hari ini dimulai, mungkin menelepon ke mitra besok,” akhir dari adiz.