Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pengembangan dan Pengajaran Bahasa (Badan Bahasa) berhasil menambah 286.000 kosakata baru ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pada pekan lalu. Pencapaian ini menjadi sebuah rekor tersendiri karena biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapainya.
Read More : 70 Tahun SGM Eksplor, Komitmen Wujudkan Generasi Emas Indonesia
“Pada tahun 2020, kami mencatat jumlah entri di KBBI sekitar 116.000 hingga 118.000 entri. Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa proses penambahan entri sulit dipercepat karena keterbatasan APBN dan sumber daya manusia,” kata Ketua. Departemen Pengembangan dan Pengembangan Bahasa Aminudin Aziz pada konferensi pers di kantornya di Rawamangun, Jakarta Timur. , pada Senin (16 Desember 2024). Menurutnya saat itu Badan Bahasa hanya bisa menambah lagi. 2.500 kosakata di KBBI setiap tahunnya. Aziz kemudian mengajukan tambahan anggaran kepada Menteri Pendidikan Nadiem Makarim untuk mempercepat prosesnya. Baca juga: Makin Banyak Orang Melayu di Malaysia yang Belajar Bahasa Mandarin, Apa Gunanya?
Saat itu, Mas Nadiem menjawab dengan bertanya, ‘Apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkan hal ini?’ Saya jawab, ‘Beri saja anggarannya, kami akan melakukannya dengan cara kami sendiri,’” lanjut Aziz.
Badan Linguistik kemudian bermitra dengan Oxford University Press dan CEO Lexicon Computing, sebuah perusahaan yang juga terlibat dalam pengembangan kamus Oxford. Baca Juga: Mendikbud Luncurkan Gerakan Bangga, Mahir, dan Maju di Indonesia
Kolaborasi ini telah membuahkan hasil. Badan Bahasa berhasil mengimpor 286.000 kosakata baru ke KBBI pada pekan lalu. Kesuksesan yang seharusnya memakan waktu 35 tahun untuk meraih Indonesia Emas, berhasil diraih dalam waktu satu tahun.
Read More : 7 Surah yang Dianjurkan untuk Dibaca pada Hari Jumat
Aziz menambahkan: “Jadi apa yang akan terjadi pada tahun 2025? Ini adalah tujuan kita ke depan. Namun, untuk tahun 2024, keberhasilannya akan luar biasa.”
Banyak penghargaan yang diperoleh Badan Bahasa, antara lain predikat Integritas Daerah Bebas Korupsi (WBK) dan nilai tertinggi pengelolaan anggaran pada tahun 2023. Semua prestasi tersebut menunjukkan komitmen Badan Bahasa untuk terus berinovasi dan mengedepankan tanggung jawab sebagai masyarakat. lembaga. .