Wonogiri, Beritasatu.com – Kasus pembunuhan berantai Sarmo (36) kembali dibuka Bareskrim Polres Wonogiri, Jawa Tengah pada Kamis (8/8/2024). Di gedung baru ini, Sarmo melihat adegan pembunuhan para korban.

Read More : Pemilik Early Steps Daycare di Pekanbaru Ditetapkan Jadi Tersangka

Sebanyak 61 kejadian dilakukan para model, baik sebagai korban maupun pelaku kejahatan, sedangkan Sarmo hanya diperbolehkan menonton dengan tangan terikat.

Konstruksi ini menunjukkan 37 peristiwa terkait pembunuhan berencana Agung Santosa warga Klaten dan 24 peristiwa terkait pembunuhan warga Jatipurno Wonogiri Sunaryo.

Kapolres Wonogiri AKBP Jarot Sungkowo melalui Kapolres Wonogiri AKP Anom Prabowo mengatakan, pemugaran tersebut merupakan langkah penting dalam pengisian berkas.

Nanti polisi akan meminta jaksa memberikan arahan untuk menentukan langkah selanjutnya, kata Anom Prabowo.

Rekonstruksi tersebut dihadiri oleh perwakilan Kejaksaan Negeri Wonogiri, penasihat hukum, dan saksi.

Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada waktu berbeda namun di tempat yang sama, yakni Desa Semagar, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, pada tahun 2021 dan 2022.

Para korban datang ke Sarmo untuk menagih utangnya dan pertemuan dilakukan di penggergajian kayu Sarmo.

Read More : Hadiri Festival Adat di Klaten, Airlangga: Leluhur Ajarkan Hidup Rukun dan Tak Berebutan

Saat berada di sana, pelaku memberikan minuman beracun kepada korban hingga menyebabkan kematian. Beberapa jenazah ditemukan dan dikuburkan di bawah tempat tidur.

Tersangka dijerat beberapa pasal, termasuk pasal 338 KUHP. Dalam perkembangan kasus, terungkap bahwa Sarmo juga membunuh dua korban lainnya, yakni Katiyani (26), warga Desa Sanan Girimarto, dan Sudimo, pemilik kayu tempat Sarmo bekerja di sana.

Katiyani dicekik dan kepalanya dibenturkan ke tanah sebelum jenazahnya dikuburkan. Uang korban diambil dan jenazah Katiyani ditemukan di dekat TPU Giriharjo, Kecamatan Puhpelem pada 16 Mei 2020.

Sedangkan Sudimo dibunuh dengan minuman beracun pada 27 Februari 2022. Sarmo mencoba membuat alibi dengan mengatakan Sudimo bunuh diri.

Korban dibaringkan di bawah selimut dan Sarmo meletakkan tangki semprotan disinfektan di sebelahnya dan botol disinfektan kosong di tangan kanan korban.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *