Luvu Utara, Beritasatu.com – Ratusan rumah di tiga desa di Kecamatan Mapidetseng, Kabupaten Luvu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), terendam banjir. Bencana hidrometeorologi ini menewaskan sekitar 500 rumah warga di Desa Kapidi, Ujung Matayang dan Tara Talu terendam ketinggian satu meter, pada Selasa (23/4/2024).
Read More : Ditjen Pajak Janji Manfaat PPN 12 Persen Akan Dirasakan Masyarakat
Banjir juga merendam ratusan hektar kebun dan lahan pertanian warga sekitar serta merendam banyak gereja dan lembaga pendidikan. Hujan deras menyebabkan Sungai Balieas meluap.
“Banjir terjadi saat kami sedang tidur, tiba-tiba air menggenang sehingga banyak barang penting yang tidak terselamatkan,” kata warga Ferry.
Saat dievakuasi, warga hanya menggunakan perahu yang terbuat dari batang pisang karena pemerintah setempat tidak mengetahui besarnya bencana.
“Banyak orang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Kami menggunakan semampu kami, bahkan perahu yang terbuat dari batang pisang, untuk mengevakuasi warga dan barang-barang berharga,” ujarnya.
Read More : Wilayah 6 Km dari Puncak Gunung Ruang Telah Dikosongkan
Ferry juga berharap pemerintah setempat berhati-hati terhadap bencana alam, khususnya banjir.
“Kami berharap pemerintah daerah memperhatikan proyek ini, khususnya Bupati. “Kita baru-baru ini merayakan hari jadi Luwu Utara yang sangat indah dengan berbagai acara, namun ketika ada bencana membuat organisasi menjadi lambat,” ujarnya.