Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartassmita mengatakan pemerintah akan mempelajari pemberitaan mengenai urusan raksasa tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex yang berbasis di Solo.
Read More : Saham Teknologi Dorong IHSG Rabu 24 Juli 2024 Ditutup Melemah
Agus mengatakan Kemenperin akan mempelajari model bisnis dari Sritex. “Harus dicari tahu penyebab hilangnya uangnya,” kata Agus, Senin (24/6/2024) di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Agus mengatakan, perlu ada investigasi mendalam terhadap permasalahan yang dihadapi Sritex. Permasalahan yang mungkin terjadi bisa jadi adalah lambatnya permintaan industri tekstil lokal terhadap permasalahan perusahaan.
“Ya kita harus lihat model bisnis Sritex Group seperti apa. Apakah akan terpuruk karena sektor TPT, apakah ada kendala yang dihadapi pusat,” ujarnya.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPN) mencatat hampir 50.000 pekerja industri tekstil dan tekstil (TPT) terkena PHK antara Januari 2024 hingga Juni.
Read More : Chandra Asri Group Bermitra dengan IKPT untuk Meningkatkan Kapasitas Pabrik MTBE dan Butene-1
Kata Presiden KSPN Ristadi kepada Beritasatu.com, Minggu (23/6/2024).
Sebelumnya, KSPN menyebutkan ada 13.800 pekerja di industri TPT yang terkena PHK. Ristadi mengatakan, alasan perseroan enggan go public karena akan mengikis kepercayaan perbankan dan pembeli. “Risiko terbesar adalah kebenaran (kepercayaan) pembeli. Pembeli ingin yakin bahwa pesanannya akan terpenuhi. Jika dia mendengar bahwa Pabrik tersebut akan dilepas, pesanannya dapat dibatalkan dan dikirim ke perusahaan lain. suatu kemungkinan,” katanya.