Jaket, Beritasatu.com – Menteri Kebudayaan, bersama dengan Wakil Menteri Budaya Gadis Ganish, mengadakan pertemuan dengan House of House X di DPR I, Parlemen, Sony, Kompleks Jaket, Selasa (4/2/2025). Pertemuan tersebut membahas promosi budaya nasional, strategi yang efektif anggaran dan upaya untuk memperkuat diplomasi budaya di Indonesia.

Read More : Bukan Chairil Anwar, Ini Sosok Raja Penyair di Indonesia

Pada pertemuan yang dipimpin oleh faksi partai Jereinra, yang dipimpin oleh Elia, Elia, dari faksi partai Jerein Gerrinar, menekankan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan program prioritas. Kementerian Kebudayaan akan fokus pada pemeliharaan warisan budaya, menghidupkan kembali warisan budaya dan diplomasi budaya global.

Menteri Area PED mengatakan partainya menyiapkan skala prioritas, sehingga penurunan dana tidak berpengaruh pada rencana yang dihubungi langsung ke komunitas budaya.

“Kami setuju dengan efisiensi, tetapi kami tidak boleh mengorbankan esensi promosi budaya,” kata Padley.

Dewan Perwakilan Rakyat menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah mayor dan regional dalam alokasi anggaran budaya.

Menteri Fadel menekankan beberapa program prioritas. Pertama, area budaya, warisan budaya dan museum. Kedua, temuan budaya Indonesia dari luar negeri, seperti versi sejarah alamat Inggris dan Fukangan dari India.

Ketiga, prioritas prioritas untuk mempromosikan budaya nasional, yaitu mendukung bahasa daerah, yang sekarang mengancam akan membahayakan, tetap sebagai bagian dari warisan budaya nasional. Keempat, memperkuat industri budaya seperti film dan musik sebagai alat untuk diplomasi global, meniru kesuksesan Korea Holly.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam industri budaya, tepatnya bagaimana kami meningkatkan sistem ekologi yang kuat dan strategis,” kata Area Padley.

Pada pertemuan tersebut, kepala Dewan Perwakilan Rakyat menawarkan X Hetifah Sjaifudian bahwa Badan Pengembangan dan Pengembangan Bahasa (Badan Bahasa) akan bergabung dengan Kementerian Kebudayaan.

Read More : 30 Ucapan Selamat Hari Guru Nasional 2024 untuk Sang Pahlawan Pendidikan

Menanggapi proposal tersebut, Fedley Zon menyatakan bahwa bahasa adalah komponen utama budaya, tidak hanya outlet media, tetapi juga bagian dari identitas budaya negara dan warisan.

“Menurut bagian 32 dari Konstitusi 1945, bahasa regional harus dihormati dan dilestarikan. Kami bersedia mendukung inisiatif ini untuk memperkuat peran bahasa dalam ekosistem budaya nasional,” katanya.

Kursi kerja ini merupakan langkah penting antara DPR dan Kementerian Kebudayaan di bawah pengawasan kebijakan budaya yang berkelanjutan dan terkandung.

Kementerian Kebudayaan, dengan berbagai tantangannya, berkewajiban untuk melanjutkan perjuangan untuk ekosistem budaya yang lebih kuat, untuk mendukung komunitas budaya setempat, dan memperluas diplomasi budaya global.

“Kami ingin kehadiran Kementerian Kebudayaan oleh semua orang Indonesia, terutama untuk mendukung sistem ekologis budaya yang tersebar luas dan berkelanjutan.”

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *