JAKARTA, Beritasatu.com – Selama satu dekade kepemimpinan Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur mengalami kemajuan yang merata di seluruh Indonesia. Padahal, pembangunan bendungan pada era Jokowi merupakan yang terbesar sepanjang sejarah pemerintahan presiden Indonesia.
Read More : Harga Bitcoin Menuju Level Baru US$ 110.000 Per Koin
Berdasarkan catatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), jumlah bendungan yang diperkirakan akan dibangun mencapai 43 bendungan pada tahun 2024. Meski angka tersebut cukup fantastis dibandingkan jumlah yang dibangun selama satu dekade terakhir, namun jumlah tersebut belum mencapai angka target yaitu 61 bendungan.
Meski demikian, pemerintah meyakini target pembangunan bendungan era Jokowi akan terus tercapai hingga akhir tahun ini melalui Kementerian PUPR. Pada realisasinya, 13 bendungan akan selesai dibangun pada tahun ini, dan sisanya dijadwalkan selesai pada awal tahun 2025.
Memo ini tentunya pertama kali ditulis oleh seorang pemimpin nasional Indonesia. Presiden Joko Widodo merupakan satu-satunya presiden di Indonesia yang banyak membangun bendungan sehingga tidak beralasan jika disebut sebagai raja bendungan. Kapasitas dan fungsi seluruh bendungan
Jika dihitung dari segi kapasitas, hanya 52 dari 61 target bendungan yang mampu menggunakan kapasitas 3,734 miliar ㎥. Hal ini tentunya mempunyai potensi besar untuk meningkatkan pelayanan irigasi di 71 kabupaten irigasi.
Read More : 13 Tahun Buron, Terpidana Korupsi Iwan Rinaldi Ganti Nama Jadi Rudi Aditya Yahya
Daerah irigasi tersebut terdiri dari 16 daerah irigasi dari bendungan yang sudah selesai dibangun dan 55 daerah irigasi dari bendungan yang masih dalam tahap pembangunan. Dengan selesainya pembangunan 52 bendungan pada era Jokowi, maka luas wilayah irigasi yang tertutup air dari bendungan tersebut diperkirakan akan bertambah.
Berdasarkan data proyek bendungan yang dirilis Kementerian Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air, total target pemanfaatan bendungan untuk irigasi seluas 385.646 hektar. Karena bendungan ini dimaksudkan untuk menyuplai air irigasi, maka bendungan baru dapat menambah luas wilayah sebesar 17,43% atau 1,245 juta hektar.