CIREBON, BERITATU.COM – Lebih dari lima bulan dipukul oleh kekeringan dan krisis air minum, sepasang kandidat Cirebon Eti – Sฤhendrik membagikan air minum kepada penduduk desa Argasunya, Distrik Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat (Selasa 22/2024).
Read More : Pertama Dalam Sejarah, Anak Presiden AS Dinyatakan Bersalah Atas Tindak Kejahatan
Setidaknya 18.000 liter air minum disalurkan untuk memenuhi kebutuhan harian penduduk di wilayah tersebut.
Menurut seorang penduduk, Saroh mengatakan bahwa penduduk umumnya mengambil air minum dari sumur, tetapi setidaknya air yang keluar tidak dapat menutup semua kebutuhan penduduk desa.
“Sulit untuk air bersih untuk waktu yang lama, umumnya mengambil air dari sumur, tetapi sumurnya kecil. Kami tidak pernah mendapatkannya,” katanya di desa Argasunya.
Saroh menyatakan, dengan bantuan air minum walikota dan kandidat untuk Wakil Walikota Eti-Sahendrik, ia dapat meringankan beban penduduk untuk memenuhi kebutuhan hariannya.
“Keberadaan bantuan yang telah membantu Alhamdulillah, dapat memenuhi kebutuhan harian, untuk memasak, mencuci piring, semuanya memberi,” katanya.
Sementara itu, presiden Jaringan Pemenang Eti-Sahendri, Yusuf Hendrawan, mengungkapkan bahwa 18.000 liter air minum didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan penduduk.
“Kami, dari jaringan kemenangan Eti-Sahendrik, mendistribusikan 18.000 liter air minum, 8.000 liter langsung ke penduduk, 8.000 liter disimpan di Toren,” katanya.
Yusuf menjelaskan bahwa kesulitan air bersih di wilayah itu adalah karena dampak kekeringan panjang.
Read More : Pertemuan Menlu ASEAN Soroti Isu Tarif Trump hingga Konflik Myanmar
“Sebenarnya, ada Torren di sini, kadang -kadang rantai diblokir terutama sekarang karena selalu musim kemarau, jadi itu terpengaruh karena kekeringan,” katanya.
Asisten kandidat Cirebon Suhendrik mengungkapkan, selain kesulitan air minum, sejumlah warga diminta untuk meningkatkan jalan desa.
“Selain air minum dari Voluntari, ada penduduk yang meminta perbaikan jalan, karena daerah ini adalah rute perbatasan,” katanya.
Suhendrik berharap bahwa aspirasi warga dapat dibuat jika dia dan Herawati dipilih sebagai walikota dan wakil walikota.
“Tujuan pembangunan yang adil mudah dicapai selama lima tahun ke depan, dari ujung selatan di ujung utara,” ia berharap.