Tangerang, Beritasatu.com – Pusat Penelitian Kampus (UAJ) Universitas Atma Jaya BSD memproduksi makanan olahan. Salah satunya adalah tempe sehat yang merupakan makanan berbahan dasar kacang kedelai yang menjadi sumber nutrisi penting bagi banyak kalangan. Rektor Universitas Atma Jaya, Prof. Yuda Turana, mengatakan laboratorium dan pusat penelitian di kampus Atma Jaya BSD merupakan tempat yang menunjang proses pembelajaran dan menciptakan proyek-proyek yang berdampak pada masyarakat. Kampus yang terletak di lahan seluas 20 hektar ini memiliki berbagai peralatan modern. “Salah satu pusat penelitian yang bekerjasama dengan kampus Atma Jaya BSD adalah Pusat Penelitian dan Pengembangan Tempe.” Pusat penelitian ini bertujuan untuk menggunakan Kelebihan yang ada dan dikembangkan melalui pendidikan teknik,” ujarnya di Kampus Atma Jaya BSD Serpong, Cisauk, Tangerang, Rabu (24/4/2024).
Read More : Luncurkan Si Bambu, KPU Kabupaten Tangerang Berharap Partisipasi pada Pilbup 2024 Meningkat
Baca selengkapnya: QS World University Ranking 2024: UIN Jakarta setara dengan universitas top dunia. Tempe disebut tempe cibogo. Selain itu ada tempe susu (sutem), dan makanan lain yang berbahan dasar tempe.
Dalam proyek ini dipaparkan produk tempe yang merupakan proyek penelitian mahasiswa dan dosen Universitas Atma Jaya. Salah satunya adalah minuman kemasan bernama sutem.
Menurut hasil penelitian, sutem lebih baik dibandingkan susu kedelai. Susu tempe lebih rendah lemak dibandingkan susu kedelai, namun memiliki lebih banyak protein.
Hal ini dikarenakan pada proses fermentasi tempe banyak protein yang dipecah menjadi molekul kecil seperti asam amino dan peptida yang masih larut dalam air pada saat pembuatan susu tempe.
Read More : Jumlah Pekerja Asing di Jepang Pecah Rekor 2,3 Juta dan Didominasi Asia Tenggara
“Susu tempe ini sangat bagus untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil, anak-anak, lansia bahkan pelari,” ujar mahasiswa UAJ yang merupakan peneliti susu tempe ini. Menurutnya, laboratorium di kampus Atma Jaya BSD memiliki 22 laboratorium Fakultas Teknik, 10 laboratorium Fakultas Teknologi dan 2 pusat penelitian yang semuanya fokus untuk membangun karir mahasiswa dan prestasi internasional serta negara lainnya. “Sama seperti di jurusan teknik, khususnya program pendidikan teknik mesin, mahasiswanya telah membuat gokart dan memenangkan kompetisi internasional,” dua kampus Semanggi lainnya seperti Atma Jaya Nation Building Excellence akan fokus pada studi pascasarjana dan doktoral. Ini juga merupakan pusat kerja sama antar negara dan negara. Hal ini menjadi bukti sekolah memanfaatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau kampus hijau. Untuk menunjang pendidikan juga didukung oleh RS Atma Jaya, farmasi dan rumah sakit yang semuanya berada di bawah kepemimpinan Yayasan Atma Jaya.