Jakarta, Beritasatu.com – Pengurus Pusat Paskibraka Seluruh Indonesia (PP PPI) mengungkapkan keprihatinannya atas pelarangan hijab bagi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Pusaka pada tahun 2024.

Read More : Selebritas Datangi Venue Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier

Ketua Pengurus PPI PPI Gousta Feriza mengatakan, berbagai pesan diterimanya dari orang tua anggota Paskibraka dan pimpinan PPI daerah seusai rapat perdana Unit Pengibaran Bendera Pusaka Nasional Tahun 2024 yang digelar di Istana Garuda, IKN, Selasa (13/13). ). 8/2024).

Gousta menjelaskan, banyak orang tua dan pensiunan Paskibraka yang terkejut karena beberapa anggota Paskibraka yang sudah mapan tidak berhijab, padahal sebelumnya mereka sudah memakainya.

โ€œHal yang menyedihkan baru saja terjadi, dan pada saat pencalonan calon Paskibraka Nasional 2024, pada Selasa 13 Agustus 2024, ada kejadian berbeda dari sebelumnya, mereka tidak memakai atau melepas jilbab.โ€ itu tidak pernah terjadi,โ€ kata Gousta, Rabu (14 Agustus 2024) di Jakarta.

Gousta pun meminta Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang membawahi pengelolaan Paskibraka bisa mengklarifikasi hal tersebut.

Gousta menanyakan apakah berhijab bagi anggota Paskibraka Putri dianggap tabu atau mempengaruhi kecantikan dan kecantikannya.

Read More : Olimpiade Paris Rawan Pencurian, Barang Milik Atlet Jadi Sasaran

Gousta juga menanyakan mengapa anggota Paskibraka diperbolehkan berhijab saat pertama kali tiba di tempat pemusatan latihan, saat ibadah suci dan latihan, namun dilarang memakainya saat pembukaan.

Ia juga menilai hal itu akan bertentangan dengan prinsip keberagaman dan tradisi budaya Pancasila, khususnya Ketuhanan Yang Maha Esa.

Menanggapi hal tersebut, PPI berencana akan mengunjungi Istana dalam waktu dekat dan meminta penjelasan terkait pelarangan hijab bagi anggota Paskibraka.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *