JAKARTA, BERITASATU.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah mengambil tugas baru, yaitu gugus tugas (gugus tugas) untuk percepatan keamanan energi yang lebih rendah dan nasional.
Read More : Kompolnas: Penembakan Remaja Tawuran oleh Kapolres Belawan Langgar SOP
Dia mengungkapkan bahwa wajib menjalankan empat elemen kunci dalam gugus tugas.
“Saya juga telah membaca isi keputusan presiden dan merupakan tanggung jawab besar untuk inferioritas dan keselamatan energi,” kata Bahlil di Kantor Sumber Daya Bahan Bakar dan Mineral di Jakarta pada hari Jumat (10/1/2025).
Bahlil telah menggambarkan empat fungsi gugus tugas untuk percepatan pengunduhan dan keselamatan energi yang diciptakan oleh Presiden Prabovo Subianto pada awal 2025.
Pertama, mereka diminta untuk segera merumuskan tim gugus tugas yang mereka pimpin, ajukan, dan menentukan area atau lokasi, serta sumber daya bahan baku yang dibuat agar sesuai dengan program hilir.
Ini mencakup berbagai sektor untuk ESDM, hutan, perikanan dan pertanian.
Kedua, gugus tugas ini diminta untuk merekomendasikan dana yang diperlukan atau desain keuangan untuk program tersebut.
Dapat berasal dari anggaran negara keuangan (APBN) atau sektor swasta.
“Gugus tugas ini telah diperintahkan untuk merekomendasikan, mengidentifikasi dan merekomendasikan agar gugus tugas ini dapat dibiayai di perbankan atau dalam anggaran keuangan atau negara yang ketat oleh putusan presiden,” kata Bahlil.
Ketiga, keberadaan gugus tugas diharapkan untuk mengurangi masalah yang terkait dengan lisensi proyek hilir sehingga tidak tumpang tindih.
Bahlil mengatakan, kadang -kadang proses sinkronisasi berlisensi di setiap kementerian/lembaga dibatasi.
“Saat menyinkronkan masalah mengunduh kebijakan kebijakan, seharusnya tidak ada tumpang tindih,” jelasnya.
Akhirnya atau keempat, hanya untuk semua pihak bahwa gugus tugas dapat menjalankan dan memantau proyek yang lebih rendah.
Bahlil mengatakan Presiden Prabovo Subianto akan mencari dan meninjau laporan dari mengunduh proyek setiap 6 bulan.
“Kami akan diminta untuk memberikan laporan setelah 6 bulan atau ketika dibutuhkan kapan saja,” pungkasnya.
Read More : Karena Ini Dinar Candy Belum Ingin Menikah dengan Ko Apex
Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Presiden Prabovo Subianto secara resmi membentuk gugus tugas untuk diunduh dan percepatan keselamatan energi nasional. Gugus tugas akan dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, untuk meningkatkan tingkat rendah dan meningkatkan keselamatan energi nasional.
Keputusan untuk menetapkan gugus tugas ini dijelaskan dalam penilaian presiden 2025 nomor 1 tentang gugus tugas untuk percepatan energi dan elastisitas nasional, yang ditandatangani pada hari Jumat (3/1/2025) di Jakarta.
Bahlil Lahadalia dan dengan anggota gugus tugas memiliki wewenang untuk mengatur dan memberikan rekomendasi terkait dengan percepatan hilir dan keselamatan bahan bakar, yang harus diikuti oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Sistem gugus tugas untuk mengunduh satu streaming dan keselamatan energi nasional adalah sebagai berikut:
– Presiden: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
– Wakil presiden percepatan bisnis yang mudah dan bayi: Menteri Investasi dan Kepala Dewan Koordinasi Investasi
– Wakil Ketua Penyediaan Tanah: Kepala Pertanian dan Menteri Perencanaan Regional/Badan Tanah Nasional
– Wakil Presiden Pertanian: Menteri Pertanian
– Wakil Presiden Unduhan Hutan: Menteri Hutan
– Wakil Presiden Laut dan Perikanan Di Bawah: Menteri Urusan Laut dan Perikanan
– Wakil Ketua Dukungan Kebijakan: Menteri Negara
Sementara itu, anggota Gugus Tugas, Industri, Menteri Keuangan, Menteri Hukum, Menteri Bum, Menteri Lingkungan, Pekerjaan Umum, Menteri Perdagangan, Jaksa Agung dan Kepala Polisi untuk percepatan keamanan hilir dan energi.