Cianjur, Beritasatu.com – Badan Nutrisi Nasional (BGN) melakukan studi menyeluruh, yang dengan dugaan kasus keracunan makanan dari makanan nutrisi gratis (MBG) terkait, yang akan menjadi lusinan orang 1 dan SMP PGR 1 Peraturan Cianjur, -java Barat. Kecurigaan yang kuat mengarah pada konsumsi citra pembelajaran MBG, yang didistribusikan di sekolah.
Read More : Temui Jokowi, Majelis Rakyat Papua Dukung Pembangunan IKN
BGN BGN Dadan Hindayana menyatakan simpatinya kepada para korban dan memastikan bahwa kesehatan dan keamanan para siswa adalah prioritas. Namun demikian, dia tidak bisa memastikan bahwa keracunan berasal dari program MBG.
“Kami saat ini sedang menunggu hasil laboratorium dari tes makanan yang dikirim ke provinsi Labkesda. Jika hasilnya diterbitkan, kami akan memberi tahu publik,” kata Dadan dalam penjelasan tertulis sehubungan dengan toksisitas MBG di Cianjur pada hari Selasa (22.04.2025).
Hasil laboratorium dari sampel makanan diharapkan akan selesai dalam 10 hari ke depan. BGN sedang menunggu hasil publik dan telah mengambil langkah -langkah yang dapat diperkirakan untuk meningkatkan pengawasan ketat di dapur di MBG.
Dadan menjelaskan bahwa BGN terus menyempurnakan sistem keamanan nutrisi, mengintensifkan penyimpanan makanan dan bahwa transparansi dalam rencana menu MBG akan mempromosikan saluran digital yang dapat diakses publik. Selain itu, pelatihan untuk keamanan pangan untuk sistem pangan secara teratur meningkat.
Read More : 4 Hari Pencarian, Bocah yang Hilang di Sungai Lombok Tengah Ditemukan
Dugaan pertanyaan tentang keracunan MBG Cianjur adalah masalah bagi publik karena rencana tersebut merupakan bagian dari prioritas pemerintah untuk mendukung diet anak -anak sekolah di Indonesia. BGN menekankan bahwa setiap makanan yang tersebar aman, bergizi dan cocok untuk dikonsumsi.