Trengalek, Beritasatu.com – Banjir bandang yang melanda wilayah Kota Karanganyar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trengalek, Jawa Timur, sudah mulai surut. Saat ini ketinggian air yang menggenangi puluhan rumah warga desa setempat masih mencapai 1 meter. Sementara ketinggian air di dalam rumah masih berkisar 70-80 sentimeter.
Read More : Kondisi Kesehatan Korban Perundungan di Ponpes Darul Quran Kampar Menurun
Banjir bandang yang terjadi pada Jumat (19/4/2024) dini hari disebabkan oleh hujan deras yang menggenangi wilayah Munjangan dan Kampak sehingga menyebabkan Sungai Munjangan dan Sungai Taving meluap.
Akibat banjir tersebut, sekitar 70 rumah warga Desa Nglaban Desa Karanganyar terendam banjir setinggi pinggul orang dewasa. Bahkan, banjir ini juga mengganggu aktivitas warga. Namun warga lebih memilih berdiam diri di rumah dan enggan mengungsi.
Menurut salah satu warga, Ibnu Haris, banjir disebabkan keluarnya air di dua sungai sehingga meluap hingga meluap dan menggenangi puluhan rumah warga. Selain itu, banjir juga menggenangi sekitar 35 hektare sawah yang sebagian besar ditanami padi memasuki masa panen.
โBanjir ini terjadi akibat hujan lebat di bagian atas sehingga menyebabkan meluapnya sungai Munjangan dan Taving sehingga menyebabkan puluhan rumah terendam banjir. Selain itu, 35 hektare tanaman padi siap panen juga terendam banjir sehingga membuat petani berisiko gagal panen,โ kata Ibnu Haris.
Read More : Sambut Tahun Baru 2025, Kementerian Kebudayaan Gelar Konser Penyanyi Legendaris
Babinsa Karanganyar Serda Agus Sutikno melaporkan, banjir terparah terjadi di Desa RT 7 dan RT 9 Karanganyar. โSekitar 80 rumah dengan ketinggian 80 sentimeter hingga 1 meter terendam banjir. Kami beserta tiga tiang penyangga, kami siap mengevakuasi warga terdampak banjir,โ kata Agus Sutikno.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trengalek, banjir dan tanah longsor melanda delapan kecamatan, antara lain Trengalek, Pogalan, Kampak, Karangan, Munjungan, Vatulimo, Bendungan, dan Panggul. Dampak terberat terjadi di kawasan Munjangan.