Kuala Lumpur, Beritasatu.com – Sebuah panti asuhan di Malaysia diserang pada pertengahan pekan ini.Ratusan anak berhasil diselamatkan dari tempat yang dikelola pengusaha Malaysia itu. Puluhan anak dilaporkan menjadi sasaran kekerasan fisik dan seksual, bahkan sodomi.
Read More : Wapres Ma’ruf Amin: Sistem Transportasi Cerdas Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Polisi Malaysia telah menyelamatkan 402 anak-anak dari sebuah rumah amal yang menurut pihak berwenang dijalankan oleh Global Ikhwan Services and Business (GISB) Holdings, sebuah perusahaan yang juga dituduh pihak berwenang mengeksploitasi pekerjanya.
Polisi pada Jumat (13/9/2024) mengatakan, pemeriksaan kesehatan menunjukkan beberapa anak mengalami pelecehan fisik dan seksual, serta 13 orang disodomi.
GISB mengatakan pihaknya tidak mengelola rumah tersebut dan membantah semua tuduhan pelecehan dan eksploitasi terhadap pekerja. CEO perusahaan tersebut membantah mengetahui adanya pelecehan seksual massal di tempat penampungan tersebut.
Meski demikian, dia tak menampik ada satu dua kasus sodomi yang terjadi di sana.
Dalam video yang diunggah di laman Facebook resmi GISB, Sabtu (14/9/2024), Chief Executive Officer Nasiruddin Ali mengaku perusahaannya telah melanggar hukum.
Read More : IHSG Berpotensi Terus Menguat hingga Akhir Tahun Ditopang Window Dressing
“Saya tidak mau menyalahkan hukum, memang benar kita salah di mata hukum, tapi bukankah bisa ada usulan atau pembahasan dulu?” katanya
Nasiruddin mengatakan klaim polisi bahwa anak-anak disodomi dan diajarkan untuk melakukan sodomi kepada orang lain adalah hal yang menjijikkan. katanya