Jakarta, Beritasatu.com – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk telah menyelesaikan kesepakatan dengan PT Caraka Reksa Optima untuk mengakuisisi 34 persen saham PT Petrosea Tbk (PTRO) untuk pengembangan perusahaan ke depan. Menurut Kartika Hendrawan, CFO PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, selesainya akuisisi ini menunjukkan komitmen perseroan.
Read More : Stok Beras Tertinggi dalam 57 Tahun, Kinerja Mentan Diapresiasi DPR
“Petrosea terus mempercepat diversifikasi portofolio proyeknya dengan memperoleh peluang bisnis baru di beberapa proyek,” kata Karthika dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (5/6/2024).
Dengan demikian, perkembangan bisnis PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk pada pertengahan tahun 2024 menunjukkan hasil yang positif dan terus berkembang. Jadi Petrosea dan BP Berau Ltd. Ubadari telah mendapatkan kontrak awal rekayasa, pengadaan dan konstruksi darat (EPC) untuk proyek Tangguh EGR/CCUS dan Tanguh Onshore Compression (UCC) dengan perkiraan biaya sebesar US$302 juta.
Selain itu, Petrosea menandatangani kontrak jasa pertambangan dengan PT Pasir Bara Prima dengan perkiraan nilai kontrak sebesar US$511 juta.
“Petrosea juga berhasil mempertahankan pertumbuhan nilai kontrak organik dengan meraih kontrak baru dari pelanggan strategis baru di bisnis EPC dan bisnis kontrak penambangan, sehingga menghasilkan order book sebesar US$2,81 miliar, naik dari US$80,13 miliar di tahun lalu, meningkat sebesar %. Dolar AS tahun lalu adalah 1,56 miliar dolar,” ujarnya.
Selain mengantarkan kinerja perseroan terus membaik, RUPST juga menyetujui penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2023 sebesar Rp 238,3 miliar yang dicatat sebagai laba ditahan untuk membiayai seluruh laba. . Aktivitas bisnis perusahaan.
Manajemen Petrindo juga menyampaikan laporan pelaksanaan penggunaan dana penawaran umum Perseroan, hasil penawaran umum perdana sebanyak 1,69 miliar saham dengan penawaran umum perdana Rp 371,8 miliar digunakan dengan rincian sebagai berikut:
Read More : Apa Saja Perbedaan QRIS Berbasis Kode QR dan QRIS Tap?
1. Rp7,9 miliar untuk biaya penawaran umum;
2. 218,5 miliar untuk penyetoran modal ke anak perusahaan perseroan yakni PT Tamtama Perkas. Rp; 3. 27,1 miliar untuk biaya modal pembangunan fasilitas penyimpanan perantara (ISP) dan infrastruktur pendukungnya. Rp.
Dana hasil penawaran umum yang belum terpakai sebesar Rp 118,3 miliar yang seluruhnya disimpan di rekening giro di Bank Mandiri. Perseroan wajib memberitahukan kepada AJK mengenai realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum sesuai ketentuan terkait.