Jakarta, Beritasatu.com – Istri Ruben Onsu, Saronda, mengaku terganggu secara psikologis dengan tudingan netizen yang selingkuh dengan anak angkatnya, Betran Peto.
Read More : Sejumlah Desa di Pati Dilanda Banjir Bandang, 1 Warga Tewas
Diakui Saronda, masalah tersebut juga mengganggu psikologi anaknya dan meminta nasihat psikolog.
“Tudingan warganet tentang saya dan Bethand Peto sangat mengganggu psikologis saya dan anak saya (Betand Peto). Malah isu itu mempererat hubungan saya dengan anak saya. Hingga saya berobat ke psikolog,” kata Saronda YouTube Maia Estianty AlElDul. Senin (10/6/2024).
Diakui Saronda, somasi yang dilayangkan kepada warganet yang menuding dirinya menjalin hubungan spesial dengan anak angkatnya itu dilakukan agar tidak berdampak pada nasib anak-anaknya di kemudian hari.
“Saya tidak masalah kalau mereka menghina atau menghina saya tanpa membawa anak, tapi ini soal anak, jadi saya tidak bisa tinggal diam,” ujarnya.
Dia takut jika dia memilih untuk tetap diam mengenai pelecehan tersebut, hal itu mungkin akan menimbulkan pertanyaan ketika anak-anaknya tumbuh dewasa.
“Saya tidak ingin mereka membaca dan menyerap penistaan agama ini, sehingga mereka bertanya mengapa saya diam saja tanpa pembelaan apa pun. Makanya saya keluarkan panggilan ke pengadilan untuk menjawab pembelaan saya dan mengambil jalur hukum,” tegasnya.
Read More : Ammar Zoni Didakwa Penjara 5 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu-sabu
Saronda mengira dirinya tidak pernah menggunakan media sosial pribadinya, namun Saronda memiliki tim promo yang bekerja di media sosialnya.
“Saya pantau postingan di media sosial karena saya fokus ke anak-anak. Saya juga tidak mau jadi contoh bagi anak-anak kalau saya kecanduan gadget, jadi perlu ada tim yang bisa diajak bekerja sama,” imbuhnya.
Wanita asal Tionghoa ini menuturkan, hal yang paling menyakitkan dalam hidupnya adalah tudingan negatif netizen terhadap dirinya dan anak angkatnya, Batan Peto.
“Yang paling saya sakiti adalah netizen menyerang (Tren Peto) karena menjalin hubungan dengan anak saya. Itu membuat saya sedih, bahkan merusak psikologi anak saya. Anak-anak juga ke psikolog,” ujarnya.