JAKARTA, BERITASATU.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan mengevaluasi banyak kontrak minyak dan gas (KKK), yang telah ditunda atau bahkan dioperasikan.
Read More : Mau Urus Pajak Kendaraan? Cek 14 Lokasi Samsat Keliling Hari Ini di Jadetabek
Tujuan evaluasi ini bertujuan untuk mendukung tujuan peningkatan minyak nasional 900.000 hingga 1 juta barel minyak per hari (BOPD) per hari pada tahun 2029. Menurut Anggaran Nasional (APBN) 2025, tujuan peningkatan tahun ini adalah antara 600.000 BOPD.
Balil mengungkapkan bahwa ada KKKS, yang sebenarnya memperoleh izin untuk mengelola ruang kerja minyak dan gas (WK) di dekat perairan Natuna di pulau -pulau Riau. Namun, KKKS belum memenuhi proyeknya. Bahkan, jika kegiatan manajemen WK dilakukan, potensi untuk mendapatkan minyak domestik akan meningkat.
Baler tidak akan mengungkapkan detail tentang nama perusahaan minyak dan gas. Balill, bagaimanapun, mengkonfirmasi bahwa ia segera mengevaluasi KKKS. Balil juga mengajukan lisensi langsung dari Presiden Prabowo Su-Boplianto untuk mengevaluasi lisensi KKKS yang tidak produktif.
“Kami senang bahwa kami dapat meminta izin kepada Presiden dan mengevaluasi pengembalian kami ke lisensi KKK lainnya yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kedaulatan energi,” kata Bachli.
Read More : Pelatih Red Sparks: Gelar Juara Tergantung Megawati dan Vanja Bukilic
Balil mengungkapkan bahwa strategi yang dirumuskan oleh Kementerian Energi dan Mineral harus segera diimplementasikan sesuai dengan instruksi Presiden Keamanan Energi.
“Atas nama hukum, kami memiliki potensi untuk menilai kepentingan investor, orang, negara dan negara bagian,” kata Bachriel.