Lampung, Beritasatu.com – Ratusan siswa dari Lampu Timur di Distrik Bangur, Distrik Bangur, Kali Pasir terpaksa melintasi perahu kayu setiap hari untuk pergi ke sekolah setiap hari. Jembatan, yang dimulai pada tahun 2021, jembatan, yang dimulai dalam empat tahun terakhir, telah berlangsung selama beberapa dekade karena kurangnya jembatan penghubung antara proyek konstruksi.
Read More : Jelang Hadapi Filipina di Piala AFF 2024, Pemain Timnas Indonesia Semakin Kompak
Dalam gambar video viral di media sosial, ia terpaksa berjalan di sungai untuk berjalan di perahu kayu, yang sebelumnya bergerak di sekitar sungai. Meskipun aliran sungai yang sangat parah dan kedalaman kedalaman van yang dalam, siswa dipaksa untuk mengambil kegiatan ini untuk mencapai sekolah mereka setiap hari.
Siswa sekolah menengah di desa Kali Pasir harus diturunkan untuk sebuah kapal kecil untuk sebuah kapal kecil untuk berjalan setiap pagi bahwa Bangur 1 sisi di Tanjung Tarto tepat waktu. Mereka sering datang terlambat karena mereka harus terlebih dahulu harus menunggu kapal yang membawa penumpang lain.
Karena kurangnya konektivitas, ada situasi selama beberapa dekade, dan proyek pembangunan jembatan ditangguhkan dalam empat tahun terakhir. Hanya kutub dan konstruksi tambahan yang ditemukan di lokasi proyek. Meskipun para siswa tidak ditagih untuk transisi, orang -orang biasa mengambil Rp 5.000.
Orang -orang dengan siswa sekolah menengah dari desa Kali Pasir dapat mentolerir toleransi sekolah, meskipun sekolah akhir.
“Situasi ini adalah waktu yang lama, saya menunda hampir setiap hari, tetapi sekolah memberikan toleransi,” katanya.
Siswa lain semoga proyek konstruksi jembatan parkir dapat dilanjutkan.
Orang -orang berkata, “Mudah -mudahan, jembatan itu mudah masuk sekolah dengan cepat.”
Read More : Rekor-rekor Terpecahkan di Pekan Pertama Euro 2024, dari Yamal hingga Pepe
Ahmad Saifal, wakil kepala Bangur SWAM, mengatakan bahwa sekolah membagikan siswa yang sudah meninggal karena masuk ke sekolah.
Ahmet Sazal menjelaskan: “Kebijakan kami adalah memberikan distribusi karena siswa yang terlambat, jaraknya sangat jauh dan sulit.”
Siswa sekolah merekomendasikan tinggal di kerabat dekat atau teman di rumah untuk menunggu penundaan selama ujian.
Kali Pasir dan Proyek Konstruksi Jembatan, yang menyatukan desa desa Tanjang Tarto, dimulai pada tahun 2021, tetapi dilarang oleh banjir dan tidak selesai. Ratusan siswa dan masyarakat, pemerintah perlindungan cambuk timur akan segera menyelesaikan proyek, pengenalan antar desa akan lebih mudah dan ekonomi masyarakat akan meningkat.