JAKARTA, Beritasatu.com – Tuan Li, sapaan akrab pelatih legendaris Tiongkok Li Jiujian, memiliki sejuta kenangan di Padepokan Bola Voli Jenderal Kunarto di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Pelatih bola voli ini biasa beternak ayam dan kambing saat melatih berbagai tim di Sentul.

Read More : Popsivo Amankan Peringkat Ketiga Proliga 2024

Ia memiliki karir yang panjang sebagai pelatih bola voli di Indonesia. Berasal dari Chengdu, Padepokan Bola Voli Sentul telah berdiri sejak tahun 1997. Saat itu dibuka tempat untuk latihan atlet bola voli.

“Dulu di sini sepi sekali. Jauh dari mana pun. Air masih sulit. Kendaraan juga sulit. Di sini kalau malam gelap sekali. Berbeda dengan sekarang, sangat ramai dan mudah dijangkau. Perkembangan di sini sangat pesat. , populasinya meningkat,” kata Lee kepada Beritasatu.com pada akhir April.

Saat itu, Pak Lee sedang melatih tim bola voli putra yang sedang bersiap untuk mengikuti SEA Games 1997 di Jakarta. Ia pun berhasil membawa tim putra meraih kemenangan. Saat itu, salah satu pemain utamanya adalah Laudry Maspetella. Kolaborasinya dengan Louder berlanjut hingga saat ini. Namun, hubungan mereka tak lagi sebatas pemain dan pelatih. Laudy adalah manajer tim Garuda Jaya Jakarta, sedangkan Mr Lee adalah pelatih tim yang sama.

Di Jakarta juga, Pak Garuda Jaya Lee kembali bekerja sama dengan Johnny Sujatno. Johnny yang merupakan asistennya melatihnya sejak tahun 2000an hingga awal tahun 2010an.

Selama tinggal di Padepokan Bola Voli Jenderal Kunarto, hobi Pak Lee adalah memelihara ayam dan kambing. Ia sangat senang karena tidak bisa memiliki hewan di kampung halamannya.

Read More : Ini Klasemen Pembalap MotoGP yang Digelar Lagi 7 Agustus 2024

“Saya tinggal di apartemen di Chengdu, tidak diperbolehkan memelihara ayam atau kambing. Di sini luas sekali, nikmati makan saat ada waktu luang. “Rumputnya banyak, jadi kambingnya tidak kehabisan makanan.” ,” kata pria berusia 70 tahun itu.

Apakah ayam dan kambing dijual? TIDAK. Ayam dan kambing disembelih untuk pesta pemain timnas Indonesia. “Saya senang, pemain yang makan ayam dan kambing,” kata pelatih yang fasih berbahasa Indonesia itu.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *