JAKARTA, Beritasatu.com – Majelis Kerja Nasional (Rakarnas) PDIP di Ankol, Jakarta, 24-26 Mei 2024, diduga menjadi bagian dari taktik pemecah belah bambu untuk mengucilkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden baru terpilih Pravo Subianto Namun, taktik tersebut dinilai gagal.
Read More : Sidang UNCITRAL, IKAPI: Aturan Lintas Negara Penting agar Bisa Urus Aset Debitur di Luar Negeri
โSeperti sebelumnya, kritik yang disuarakan pada Rakernas ke-5 kemarin semuanya ditujukan kepada Pak Jokowi. Dalam bahasa saya, PDIP sedang memainkan taktik bambu yang memecah belah. Kami menduga ada upaya untuk memisahkan Pak Jokowi dari Pak Pravo.โ Bendahara Utama Panel Barus di Kantor DPP Prozo, Pankoran, Jakarta, Jumat (31/5/2024).
Namun, menurut KPU, inisiatif PDIP tersebut gagal. Jokowi dan Pravo tidak bisa dipisahkan. Apalagi Pravo mengusung tagline stabilitas yang artinya program dan kebijakan era Jokowi akan terus berlanjut dengan berbagai pembenahan.
โKami yakin upaya ini akan gagal karena Pak Jokowi dan Pak Prabo pasti kuat dengan ikatan yang tidak bisa diputuskan,โ tegas panitia.
Apalagi, KPU menyebut kritik terhadap kebijakan dan program Jokowi memang wajar. Namun kritik tersebut harus relevan, konstruktif, dan obyektif, sehingga tidak semua permasalahan ditujukan langsung kepada Jokowi.
Read More : Banyak Calon Dokter Spesialis Depresi, Jokowi: Makanya UU Kesehatan Direvisi
Kritik itu wajar, tapi saya lihat beliau menyampaikan semua persoalan langsung ke Pak Jokowi, semua persoalan disampaikan seolah-olah itu kesalahan Pak Jokowi.