Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus membangun bendungan dan sarana irigasi untuk mendukung terciptanya ketahanan air dan pangan di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satunya adalah pembangunan Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku.

Read More : 2 Kapal Terbakar di Barito, 4 ABK Selamat dan 10 Hilang

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pengelolaan sumber daya air dan irigasi akan terus mendukung produksi pertanian berkelanjutan.

“Setelah pembangunan bendungan akan dibangun jaringan irigasi. Dengan begitu bendungan yang sedang dibangun bisa cepat digunakan karena airnya pasti mengalir ke para petani padi,” kata Menteri Basuki.

Hal. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Faliansyah mengatakan, kontrak pembangunan bendungan seluas 50,05 juta m3 itu dimulai pada Desember 2017.

“Sejauh ini progres konstruksinya sudah mencapai 71,34%. Bendungan Way Apu dijadwalkan selesai pada tahun 2024 agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Faliansyah.

Lingkup pekerjaannya meliputi pengisian waduk induk dan bendungan induk, penggilingan elemen beton pracetak, pembentukan saluran, penggalian saluran aliran yang tepat, pemeliharaan kemiringan aliran dan pembuatan struktur dasar dinding sayap kanan.

Kemudian, pekerjaan beton pada struktur aliran pada sisi dinding sayap, pekerjaan beton pada konstruksi dasar aliran dengan pintu, konstruksi bangunan, pemasangan pintu hidromekanikal, pekerjaan pada bangunan umum dan bekerja di area tampilan.

Read More : IHSG Perdagangan Kamis 8 Agustsus 2024 Ditutup Turun ke 7.195

Bendungan Sungai Way Apu dibangun di atas lahan seluas 422,08 hektar. Bendungan ini bertipe zona pengisian inti vertikal dengan panjang 72 meter, lebar 12 meter, tinggi 490 meter dan luas banjir 235,10 hektar.

Bendungan Way Apu diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Maluku terutama dalam hal akses air irigasi seluas 10.000 hektar, akses air baku dengan debit 0,5 m3/detik, dan memungkinkan untuk mengurangi banjir. sebesar 557 m3/s, sebagai pembangkit listrik berkapasitas 8 MW yang mampu “menerangi kurang lebih 8.750 rumah dengan daya 900 watt, dan juga menjadi tempat wisata yang akan mengembangkan perekonomian daerah,” Fariansyah menjelaskan.

Bendungan Way Apu dibangun berdasarkan kontrak senilai Rp2,159 triliun yang terbagi dalam dua paket pekerjaan. Paket 1 meliputi pembangunan bendungan besar senilai Rp 1,114 triliun oleh PT PP – Adhi Karya KSO. Kemudian, pekerjaan struktur bendungan pelimpah paket 2 senilai Rp1,045 triliun dikerjakan oleh PT Hutama Karya – Jaya Solusi KSO.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *