Jakarta, Beritasatu.com – Belakangan ini sejumlah lembaga asing sedang mempertimbangkan program Prabowo-Gibran, termasuk bank investasi besar dan penyedia jasa keuangan Morgan Stanley yang berbasis di New York.
Read More : KPK Harapkan Andil Menko Yusril untuk Percepat Pengesahan RUU Perampasan Aset
Morgan Stanley menurunkan peringkat pasar modal Indonesia ke peringkat layak investasi (investment grade), dengan mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah dan janji-janji kampanye Prabowo Subianto, seperti program makan siang dan susu gratis untuk pelajar, dapat menciptakan “beban fiskal yang signifikan.”
Terkait hal ini, pengamat politik Ujang Komarudin menilai lembaga asing tersebut tidak menyukai transformasi Indonesia menjadi negara maju.
“Kalau kita perhatikan, niat pihak asing selalu menghancurkan Indonesia dan fokus pada program-program baru Prabowo-Gibran karena menyangkut ketakutan atau paranoia mereka terhadap Indonesia,” kata Ujang kepada wartawan, Kamis (27/6/2018).
Ujang mengatakan, program pangan bergizi gratis yang belakangan ditonjolkan asing ternyata bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya yang membutuhkan.
“Kalau kita lihat, mereka yang fokus pada program Prabowo-Gibran (partai asing) sepertinya sangat membenci rakyat dan nasib bangsa Indonesia. “Mereka tidak ingin melihat kemajuan Indonesia,” imbuh Ujang.
Belakangan ini lembaga keuangan seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (WB) juga menekankan program pangan bergizi gratis.
Read More : Jokowi Ungkap Sejarah Panjang Penuh Nostalgia Bersama Nasdem
Ujang juga mengutip ucapan Ir.Soekarno, presiden pertama RI, yang berkata, “Kalau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, dan dicerca orang asing, karena itu benar.”
“Kita berbicara tentang Bang Karn, yang pernah mengatakan Anda harus mencari pemimpin yang Anda benci karena itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. “Iya, kepemimpinan Prabowo-lah yang diperhatikan dan dibenci oleh orang asing, karena memang benar Pak Prabowo, tidak menuruti orang asing,” tegas Uzhang.
Ujang menilai kritik dan kebencian asing terhadap sosok Prabowo merupakan tanda bahwa Prabowo memiliki jiwa pemimpin dan pejuang sejati, tambahnya.